Reinelda E Hutapea
Universitas HKBP Nommensen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dominasi Ego Tokoh Lonceng dalam Drama Neng Nong Karya M. Udaya Syamsuddin: Kajian Psikoanalisis Freud: The Dominance of Ego in the Character Lonceng in the Drama Neng Nong by M. Udaya Syamsuddin: A Freudian Psychoanalytic Study Reinelda E Hutapea; Vina Merina Br Sianipar; Novita Silaban; Mernasary Manik; Priska Tambun
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2797

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan struktur kepribadian tokoh Lonceng dalam drama Neng Nong karya M. Udaya Syamsuddin melalui teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dialog, tindakan, dan satuan naratif dari naskah asli drama yang menunjukkan aspek id, ego, dan superego tokoh Lonceng. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh data utama: dua data id, lima data ego, dan tiga data superego. Id muncul melalui dorongan tokoh untuk keluar dari penderitaan dan menolak hidup yang sia-sia; ego tampak melalui kemampuan tokoh berpikir realistis, mengambil keputusan, mengendalikan suasana, dan mengarahkan penghuni gudang menuju ruang sosial yang lebih bermakna; sedangkan superego terlihat melalui tanggung jawab moral, kepedulian sosial, dan keinginan tokoh untuk tetap berguna bagi orang lain. Aspek ego menjadi struktur paling dominan karena Lonceng mampu menengahi dorongan pribadi dan tuntutan moral melalui tindakan rasional. Temuan ini menunjukkan bahwa tokoh Lonceng tidak hanya merepresentasikan dinamika psikologis individu, tetapi juga simbol agensi, solidaritas, dan pencarian kebermaknaan sosial dalam drama.
Analisis Aspek Sintaksis Struktur Naratif dalam "Novel Rahasia Kita" Karya Fira KR Berdasarkan Teori Todorov Alfrida Simanjuntak; Vina Merina Br Sianipar; Reinelda E Hutapea; Lidia Putri Yana Siagian; Selvia Ro Intan Situmeang; Martha Tridesy Gultom
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10420

Abstract

Penelitian ini membahas aspek sintaksis struktur naratif dalam novel Rahasia Kita karya Fira KR berdasarkan teori naratif Tzvetan Todorov. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan sebab-akibat antarperistiwa membangun struktur naratif dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan struktur naratif yang meliputi ekuilibrium awal, gangguan, pengakuan terhadap gangguan, upaya perbaikan, dan ekuilibrium baru. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan naratologi. Data penelitian berupa kutipan-kutipan peristiwa dalam novel Rahasia Kita yang menunjukkan hubungan sintaksis naratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif dalam novel Rahasia Kita dibangun secara linier melalui hubungan sebab-akibat yang sistematis. Konflik yang muncul akibat pernikahan rahasia tokoh utama berkembang secara bertahap hingga mencapai penyelesaian dan membentuk keseimbangan baru. Selain membangun alur cerita, aspek sintaksis naratif juga memperlihatkan perkembangan emosional dan pendewasaan tokoh utama dalam menghadapi tekanan sosial dan konflik batin.