Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Masyarakat dan Hubungannya dengan Dunia Pendidikan Teguh Wibowo; Khurfatul Jannah; Nabila Ufaira; Khairun Nisa
JURNAL TIPS Vol 4, No 1 (2026): In Progress
Publisher : UIN SU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan masyarakat merupakan dua entitas yang memiliki hubungan timbal balik dan tidak dapat dipisahkan.
Peran Guru di Sekolah dan di Masyarakat Ahmad Rifandi Lubis; Mariadina Siahaan; Nurmala Br. Saragih; Khairun Nisa
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan elemen fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0, peran guru semakin kompleks karena tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, mengintegrasikan teknologi pembelajaran, dan menjadi tokoh moral di masyarakat. Meskipun memiliki peran vital, guru menghadapi berbagai tantangan kompleks yang memerlukan perhatian serius dari pemangku kepentingan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru di sekolah dan masyarakat serta mengkaji tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelaahan literatur relevan meliputi buku sosiologi pendidikan, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan nasional. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki enam peran utama di sekolah yaitu sebagai pendidik, pengajar, fasilitator, motivator, evaluator, dan pembimbing. Di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat, penemu masyarakat, dan agen masyarakat yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan pemerintah. Tantangan yang dihadapi meliputi perubahan kurikulum, adaptasi teknologi digital, kesenjangan aksesibilitas, beban psikologis dan sosial, serta keterbatasan kompetensi dan sumber daya dalam pendidikan inklusi. Profesionalisme dan dedikasi guru dalam menjalankan perannya menjadi kunci keberhasilan pendidikan nasional.
PERAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MOBILITAS SOSIAL DI MASYARAKAT MULTIKULTURAL Azra Fahira Lubis; Mhd Faiz Daffa; Ratih Naila Siregar; Khairun Nisa
Analysis Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v4i1.1829

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk struktur sosial masyarakat, khususnya dalam meningkatkan mobilitas sosial di tengah realitas masyarakat multikultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan sebagai agen mobilitas sosial serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi proses mobilisasi sosial melalui pendidikan dalam konteks masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yaitu dengan menelaah berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah dan dokumen relevan yang berkaitan dengan pendidikan, mobilitas sosial dan multikulturalisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam meningkatkan status sosial individu dan kelompok melalui pengembangan kompetensi, nilai dan keterampilan sosial. Dalam masyarakat multikultural, aktualisasi pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai toleransi, keadilan dan kesetaraan berkontribusi signifikan dalam menciptakan peluang mobilitas sosial yang lebih adil dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pendidikan yang responsif terhadap keragaman budaya menjadi kunci dalam mendorong mobilitas sosial dan memperkuat integrasi sosial di masyarakat multikultural.
Sosialisasi Peserta Didik Sebagai Kunci Adaptasi dan Perkembangan Sosial di Sekolah Khairun Nisa Sitorus; Nazaruddin Nazaruddin; Rika Nurmida Agustin; Khairun Nisa
Edukatif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v4i1.1814

Abstract

Sosialisasi peserta didik merupakan proses penting dalam membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah serta membentuk kemampuan sosial yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai agen sosialisasi yang berperan dalam menanamkan nilai, norma, dan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sosialisasi peserta didik sebagai kunci dalam proses adaptasi dan perkembangan sosial di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai jurnal, buku sosiologi pendidikan dan literatur ilmiah yang membahas sosialisasi, adaptasi sosial, serta perkembangan sosial peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses sosialisasi yang efektif di sekolah mampu meningkatkan kemampuan adaptasi siswa, seperti keterampilan berkomunikasi, kerja sama, rasa empati, dan pengendalian diri dalam interaksi sosial. Selain itu, peran guru, teman sebaya, serta budaya sekolah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk perkembangan sosial peserta didik. Dengan demikian, sosialisasi peserta didik di sekolah menjadi faktor kunci dalam membangun individu yang mampu beradaptasi secara sosial dan memiliki karakter yang selaras dengan nilai-nilai masyarakat.
Interaksi Edukatif di Sekolah Dini Azzahra; Niko Hendrawan; Rohima Donna Siregar; Khairun Nisa
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi edukatif merupakan unsur penting dalam proses pendidikan karena menjadi sarana terjadinya pembelajaran yang terarah dan bermakna. Artikel ini bertujuan menjelaskan konsep interaksi edukatif di sekolah serta perannya dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran dari perspektif sosiologi pendidikan. Penulisan artikel menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi edukatif adalah hubungan timbal balik yang sadar dan terencana antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Interaksi ini tidak hanya terjadi antara guru dan siswa di kelas, tetapi juga mencakup interaksi antarsiswa, antarguru, serta hubungan sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Keberhasilan interaksi edukatif dipengaruhi oleh keterpaduan pendidik, peserta didik, materi pembelajaran, dan lingkungan belajar. Interaksi yang dialogis dan partisipatif dapat meningkatkan keaktifan belajar, sikap sosial positif, serta mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Lukmanul Hakim; Muhammad Nazaruddin Harahap; Yusnifa Aini; Khairun Nisa
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.1820

Abstract

Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor eksternal yang berperan penting dalam memengaruhi prestasi belajar peserta didik. Lingkungan sosial yang dimaksud meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung membentuk sikap, motivasi, serta perilaku belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap prestasi belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah peserta didik pada jenjang pendidikan menengah, dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi nilai akademik. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui tingkat pengaruh lingkungan sosial terhadap prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik. Lingkungan sosial yang kondusif, ditandai dengan dukungan keluarga, interaksi positif di sekolah, serta lingkungan masyarakat yang mendukung pendidikan, berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan prestasi belajar peserta didik perlu didukung oleh penciptaan lingkungan sosial yang positif dan edukatif.