Konsumsi masyarakat terhadap mentimun yang mengalami peningkatan tidak disertai dengan produksi yang meningkat. Peningkatan produksi tanaman mentimun dapat dilakukan dengan memperbaiki kesuburan tanah pada lahan budidaya melalui pemupukan. Aplikasi pupuk NPK 15:15:15 dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dosis pupuk NPK 15:15:15 dengan PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri pada Bulan Januari hingga Maret 2024 menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Petak utama berupa konsentrasi PGPR dengan tiga taraf, yakni 0, 15 dan 30 ml L-1 sedangkan anak petak berupa dosis NPK dengan 4 taraf, 100, 200, 300 dan 400 kg ha-1. Variabel pengamatan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, persentase fruit set, bobot per buah, jumlah buah dan bobot buah per tanaman serta bobot buah per hektar. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam taraf signifikansi 5% dan uji perbandingan antar perlakuan menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Interaksi antara NPK dengan PGPR berpengaruh pada variabel panjang tanaman 35 HST, jumlah daun 42 HST, jumlah buah, bobot buah per tanaman dan per hektar. Dosis NPK berpengaruh nyata pada variabel panjang tanaman 42, 49 dan 56 HST, jumlah daun 42 HST dan persentase fruit set. Aplikasi PGPR 30 ml L-1 dengan NPK 353,1 kg ha-1 menghasilkan bobot buah per hektar maksimal, sebesar 62,89 ton ha-1.