Pembelajaran matematika merupakan ilmu yang membahas pola, struktur, hubungan, angka, simbol, dan besaran secara logis dan teratur. Namun, siswa terus menghadapi tantangan dalam memahami materi komposisi bangun datar, karena pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berpusat pada guru, serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif sehingga kurang menarik minat siswa. Situasi ini menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD No. 2 Sangeh, dengan nilai rata-rata berkisar antara 40-60. Oleh karena itu, perlu diterapkan model dan media pembelajaran yang inovatif, yaitu model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi dari penerapan model Problem Based Learning berbantuan media puzzle terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD No.2 Sangeh Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan pre-eksperimental melalui rancangan One Group Pretest dan Posttest. Sampel berjumlah 28 siswa. Metode pengumpulan data meliputi tes dan dokumentasi. Data didapatkan melalui Pretest dan Posttest dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sampel T-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pretest (53,21) menjadi (80,00) posttest. Berdasarkan uji Paired Sampel T-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis H₁ diterima dan H₀ ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media puzzle memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD No. 2 Sangeh, Kabupaten Badung.