Shella Novianty Kusnadi
Universitas Buana Perjuangan Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility, Intellectual Capital Dan Sales Growth Terhadap Financial Distress Shella Novianty Kusnadi; Rohma Septiawati; Avincennia Vindy Fitriana
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi STIEP (JES)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v11i1.705

Abstract

Financial distress menjadi tantangan bagi perusahaan karena mengacu pada kondisi kesulitan keuangan yang dapat mempengaruhi kerberlanjutan suatu perusahaan, penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh corporate social responsibility, intellectual capital, dan sales growth terhadap financial distress. Penelitian ini menggunakan metode berbasis data numerik yaitu kuantitatif, berdasarkan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan yang dipublikasi secara resmi oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa efek Indonesia selama periode 2021-2024. Populasi dalam penelitian ini mencangkup perusahaan sektor consumer non-clyclicals subsektor food and bavarage, pemilihan sampel ditetapkan berdasarkan teknik purposive sampling sebagai salah satu teknik dalam non-probability sampling. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling yang diolah menggunakan modul aplikasi terkomputerisasi SmartPLS4. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa corporate social responsibility secara signifikan berkaitan dengan meningkatnya potensi financial distress yang menunjukkan adanya hubungan negatif, intellectual capital secara signifikan memiliki keterkaitan dengan menurunnya potensi financial distress yang menunjukkan adanya hubungan positif, sedangkan sales growth tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan potensi financial distress. Implikasi dari penelitian ini mengindikasi bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan value added dari pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, mampu menjaga kondisi keuangan lebih stabil sehingga meminimalkan potensi financial distress.