Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika dan Keamanan Siber dalam Pembelajaran Digital: Solusi Preventif terhadap Dampak Negatif Internet bagi Siswa Rati Febrianti; Lulu Saputri; Riska Nuraini; Salsa Amanda; Suci Mulia; Silda Salsabila; Nandhita Rachelia; Enjel Karamoy; Sri Maryati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.334

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan pola belajar siswa menjadi lebih terbuka dan berbasis internet. Internet memberikan kemudahan akses informasi yang luas sehingga mendukung pembelajaran yang fleksibel dan mandiri. Namun, penggunaan internet yang tidak diimbangi dengan literasi digital dan pemahaman keamanan siber dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti pencurian data, peretasan akun, penyebaran hoaks, cyberbullying, serta kecanduan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya keamanan siber dalam penggunaan internet oleh siswa, mengidentifikasi dampak positif dan negatif internet, serta merumuskan solusi preventif terhadap dampak tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui penguatan literasi digital, penanaman etika berinternet, peran aktif keluarga dan sekolah, serta pemanfaatan teknologi keamanan. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu menggunakan internet secara bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DI PONPES CENDIKIA FAIHA Risti Amelia; Fabian Majid Yoga Isnawan; Silda Salsabila; Abdurrahmansyah
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/9ja1xr66

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the deep learning approach in the PAI curriculum and learning at Ponpes Cendikia Faiha, including exploring teachers' perceptions, teaching practices, and identifying supporting and inhibiting factors. This research employed a descriptive qualitative methodology with purposive sampling technique. Data were collected through participative observation, semi-structured in-depth interviews with 5 teachers and 5 students, and documentation analysis. The findings indicate that the deep learning system, built upon three main pillars (mindful, meaningful, and joyful learning), makes a significant positive contribution to the quality of PAI education. Although their level of consistency varies, the educators have strived to implement this methodology, while students show positive responses reflected in increased activeness, ease of understanding the material, and strengthened memory retention. The success of this implementation is driven by teachers' internal motivation, students' learning enthusiasm, and training assistance from educational institutions. Conversely, the obstacles faced include limited preparation time, lack of diverse teaching media, and the need to continuously enhance teachers' professional capacity. Comprehensively, deep learning is proven to be more effective in the long term compared to traditional methods because it can achieve substantive and relevant material mastery for students.   Abstrak: Riset ini dilaksanakan untuk membedah implementasi pendekatan deep learning dalam kurikulum dan pembelajaran PAI di Ponpes Cendikia Faiha, yang mencakup penelusuran persepsi pendidik, implementasi pengajaran, serta pemetaan elemen pendorong maupun penghambatnya. Studi ini memakai metodologi kualitatif deskriptif dengan metode penentuan informan melalui purposive sampling. Perolehan data dilakukan lewat observasi partisipatif, dialog mendalam secara semi-terstruktur bersama 5 guru dan 5 murid, serta analisis dokumen pendukung. Temuan riset mengindikasikan bahwa sistem deep learning yang bersandar pada tiga fundamen utama (mindful, meaningful, dan joyful learning) memberikan kontribusi positif yang besar terhadap mutu edukasi PAI. Meskipun tingkat konsistensinya beragam, para pendidik telah mengupayakan praktik metodologi ini, sementara murid memperlihatkan reaksi positif yang nampak pada peningkatan keaktifan, kemudahan menyerap materi, serta penguatan retensi ingatan. Keberhasilan implementasi ini didorong oleh motivasi internal guru, gairah belajar siswa, dan asistensi bimbingan dari instansi pendidikan. Sebaliknya, kendala yang dihadapi berupa keterbatasan durasi persiapan, kurangnya keragaman media ajar, serta kapasitas profesionalisme guru yang harus terus diasah. Secara komprehensif, deep learning teruji lebih berdaya guna dalam skala jangka panjang ketimbang metode tradisional karena sanggup mewujudkan penguasaan materi yang substantif dan relevan bagi anak didik.