Ahmad Fadholi
Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAKURIKULER MEMANAH TERHADAP KOSENTRASI BELAJAR SISWA PADA NILAI-NILAI PENDIDIKAN KELAS V DI SDIT NABAWI DAARULMAHABBAH Desika Lestariningsih; Subri; Ahmad Fadholi
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/2rqfrw79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrakurikuler memanah dan konsentrasi belajar siswa terhadap nilai-nilai pendidikan pada siswa kelas V SDIT Nabawi Daarul Mahabbah, serta mengkaji bagaimana konsentrasi belajar berpengaruh terhadap nilai-nilai pendidikan siswa. Kegiatan memanah dipilih karena memadukan aspek fisik, mental, dan spiritual yang relevan dengan tujuan pendidikan holistik berbasis Islam, serta memiliki potensi dalam menumbuhkan nilai fokus, disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab yang dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan internalisasi nilai-nilai pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas V yang berjumlah 31 orang dan dijadikan sampel secara menyeluruh melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes yang mengukur tiga variabel utama: keterampilan memanah, konsentrasi belajar, dan internalisasi nilai-nilai pendidikan. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji terlebih dahulu melalui uji coba dengan bantuan program SPSS versi 26. Analisis data dilakukan dengan uji-t sampel berpasangan dan analisis regresi untuk mengetahui signifikansi pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler memanah memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa, yang selanjutnya berpengaruh terhadap peningkatan nilai-nilai pendidikan. Konsentrasi belajar terbukti memiliki peran mediasi yang signifikan dalam hubungan antara ekstrakurikuler memanah dengan nilai-nilai pendidikan siswa. Kegiatan memanah efektif dalam memperkuat nilai- nilai pendidikan seperti ketekunan, sportivitas, regulasi diri, dan kedisiplinan melalui peningkatan konsentrasi belajar. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan fisik terstruktur yang berbasis nilai Islam dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas proses belajar serta membentuk karakter siswa secara menyeluruh. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum ekstrakurikuler berbasis nilai untuk diterapkan secara luas di institusi pendidikan dasar Islam terpadu masjid
Integrating Geospatial Technology and Islamic Jurisprudence: An Analysis of Qibla Deviation in Mosques Reno Ismanto; Ahmad Fadholi; Priyanggo Karunia Rahman; Sahibzada Muhammad Waseem Jan; Hasna Tuddar Putri
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 9, No 2 (2026): Vol. 9, No. 2, April 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jua.v9i2.51900

Abstract

Purpose - Accurate orientation towards the qibla is a fundamental requirement for the validity of prayer in Islam. However, many mosques, particularly those constructed in earlier periods, may exhibit discrepancies in their qibla orientation due to the limited technology and directional methods available at the time of construction. Previous studies on qibla direction have generally focused on technical and astronomical aspects, while integrative studies combining geospatial analysis with Islamic jurisprudence (fiqh) evaluation remain limited. Recent developments in geospatial technology and digital astronomy provide new opportunities to reassess qibla accuracy with greater precision, while also necessitating normative evaluation from the perspective of Islamic law. This study aims to analyse the degree of qibla deviation in mosques in Pangkalpinang City, Indonesia, and to examine its legal implications based on relevant fiqh principles.Methodology/approach - The research employs an empirical-normative approach. Empirical data were collected through field measurements using Islamic Astro, GPS Test, Google Earth Pro, and Istiwaaini applications, as well as solar-position tracking to obtain highly accurate coordinate and qibla azimuth data. The results were then compared with the physical orientation of the mosque buildings. The normative analysis was conducted by examining fiqh perspectives regarding the acceptable tolerance limits for qibla deviation.Findings - The findings reveal that the qibla deviations of the twelve surveyed mosques range from 0.54° to 38.63°, indicating that several mosques do not fully meet the tolerance standards recognised in fiqh.Conclusion - The integration of modern geospatial technology with Islamic legal analysis provides a more comprehensive framework for evaluating mosque qibla accuracy, while encouraging higher precision through modern scientific verification. This study contributes to the development of science-based fiqh studies of worship and reaffirms the relevance of the principle of easing hardship for legally responsible persons (at-taysīr 'alā al-mukallaf) in the context of technological advancement. Furthermore, the study recommends that religious authorities and mosque administrators verify qibla orientation using scientific approaches that remain consistent with sharia principles in order to ensure confidence and stability in worship.