Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Popok Sekali Pakai menjadi Pot Tanaman sekaligus Media Tanam di Desa Mergosari dalam Program KKN Amalia Tri Ramadhani; Kundari Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i3.4392

Abstract

Pembuangan sampah popok sekali pakai menjadi salah satu isu lingkungan yang sulit diatasi karena sifatnya yang tidak mudah terurai. Di Desa Mergosari sampah popok sekali pakai menyebabkan pencemaran air dan tanah dikarenakan hanya dibuang di sungai, ditimbun, dan dibakar. Kondisi ini dipicu karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah popok sekali pakai, sehingga diperlukan solusi yang tepat untuk menanggulangi permasalahan tersebut dan menekan dampak negatif bagi lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan limbah popok sekali pakai sebagai media kreatif berupa pot tanaman serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi guna melihat kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah popok sekali pakai. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan mengenai dampak limbah popok terhadap lingkungan serta praktik pembuatan pot tanaman dari popok bekas urine yang telah dibersihkan oleh kelompok KKN. Hal ini dikarenakan masih banyak ibu yang masih belum mengetahui cara memanfaatkan sampah popok bayi sekali pakai yang terus tertimbun setiap harinya. Program sosialisasi dilakukan dengan tahapan menjelaskan permasalahan, penayangan video, dan demonstrasi proses pembuatan pot dan media tanaman hias pada bulan Januari 2026, bertempat di Aula Dusun Karangsari. Melalui sosialisasi dan praktik langsung membuat pot, masyarakat jadi mampu memahami cara pengelolaan sampah popok sekali pakai sekaligus menjadi terobosan inovasi berkelanjutan yang kreatif.