Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aksesibilitas terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Kawah Putih Dolok Tinggi Raja, Kabupaten Simalungun. Permasalahan utama penelitian berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai sehingga memengaruhi kenyamanan dan minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas berpengaruh terhadap keputusan wisatawan untuk berkunjung. Kondisi jalan yang rusak, sempit, minim penerangan, serta kurangnya rambu petunjuk arah menjadi hambatan utama. Selain itu, keterbatasan transportasi umum menyebabkan wisatawan lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi. Meskipun demikian, daya tarik alam berupa bukit kapur putih dan sumber air panas alami tetap menjadi alasan utama wisatawan berkunjung. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan aksesibilitas melalui perbaikan infrastruktur jalan, penambahan fasilitas pendukung, dan kerja sama antara pemerintah daerah serta masyarakat diperlukan untuk mendukung pengembangan wisata yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keputusan wisatawan dalam melakukan kunjungan ke Kawah Putih Dolok Tinggi Raja. Kondisi jalan yang rusak, sempit, minim penerangan, serta kurangnya rambu petunjuk arah menjadi hambatan utama yang dirasakan wisatawan. Selain itu, keterbatasan transportasi umum menuju lokasi wisata juga menyebabkan wisatawan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Meskipun demikian, daya tarik alam yang unik berupa bukit kapur putih dan sumber air panas alami tetap menjadi faktor utama yang menarik wisatawan untuk datang berkunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas aksesibilitas perlu dilakukan melalui perbaikan infrastruktur jalan, penambahan fasilitas penunjang, serta peningkatan kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata secara berkelanjutan.