Titi Astuti
Poltekkes Kemenkes TanjungKarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerimaan Diri dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang telah Menjalani Mastektomi Titi Astuti; Aprina Aprina; Angelika Rabsanjani; Kodri Kodri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.26373

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is one of the types of cancer with a high global prevalence. According to data from the Breast Cancer Research Foundation, in 2020, 2.3 million women worldwide were diagnosed with breast cancer, with 670,000 dying from this disease (Arnold, 2022)Breast cancer is the most common cancer among women and significantly impacts physical, psychological aspects, and the quality of life of patients. One of the efforts to combat breast cancer is mastectomy, which involves removing part or all of the infected breast tissue. This research aims to examine the relationship between self-acceptance and the quality of life of breast cancer patients who have undergone mastectomy at RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro in 2025.The research was conducted from April 21 to May 19 using a quantitative descriptive analytic design with a cross-sectional approach. A total of 51 respondents were selected through purposive sampling.The results of the study show a significant relationship between self-acceptance and the quality of life of breast cancer patients who have undergone mastectomy, with a p-value of 0.001 (p 0.05).This research provides in-depth information about the impact of self-acceptance on the quality of life of breast cancer patients through a psychological approach that supports their self-acceptance. Keywords: Breast Cancer, Mastectomy, Quality Of Life, Self-Acceptance.  ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan prevalensi tinggi secara global. Menurut data dari Breast Cancer Research Foundation, pada tahun 2020 terdapat 2,3 juta perempuan di seluruh dunia yang didiagnosis menderita kanker payudara, dengan 670 ribu di antaranya meninggal dunia akibat penyakit ini (Arnold, 2022). Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi pada perempuan dan berdampak besar pada aspek fisik, psikologis, serta kualitas hidup pasien. Salah satu dampak pengobatan kanker payudara adalah tindakan mastektomi yang dapat memengaruhi penerimaan diri pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang telah menjalani mastektomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro tahun 2025. Penelitian ini lakukan pada tanggal 21 April-19 Mei 2025 dengan menggunakan menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 51 responden, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner penerimaan diri dan kuesioner kualitas hidup. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dan kualitas hidup dengan nilai p-value sebesar 0,001 (lebih kecil dari 0,05). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan kontribusi dalam Upaya meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara yang telah menjalani  mastektomi melalui pendekatan psikologis yang mendukung penerimaan diri mereka. Kata kunci: Kanker Payudara, Kualitas Hidup, Mastektomi, Penerimaan Diri
Pengaruh Self care Terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Diabetes Melitus: Literatutre Review Aprina Aprina; titi astuti
Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/4fpbft68

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perilaku self care yang optimal. Gangguan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus dapat memperburuk kontrol glikemik, meningkatkan risiko komplikasi, serta menurunkan kualitas hidup. Hasil penelitian mengenai pengaruh self care dan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus masih menunjukkan hasil yang bervariasi, baik pada tingkat self care, kualitas tidur, maupun kekuatan pengaruh keduanya, sehingga diperlukan telaah lebih lanjut melalui pendekatan scoping review. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self care dengan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan penelusuran artikel pada database PubMed dan ScienceDirect menggunakan kata kunci “self care”, “sleep quality”, dan “diabetes mellitus”. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli, tersedia dalam teks lengkap, menggunakan bahasa Inggris atau Indonesia, serta dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir (2021–2025). Proses seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang sesuai untuk direview. Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya pengaruh signifikan antara self care dengan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus. Pasien dengan self care yang baik, seperti kepatuhan diet, aktivitas fisik teratur, kepatuhan pengobatan, pemantauan kadar gula darah, dan manajemen stres yang efektif, cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Sebaliknya, kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan rendahnya konsistensi perilaku perawatan diri dan kurang optimalnya kontrol glikemik. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara self care dan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan manajemen keperawatan yang holistik untuk meningkatkan perilaku self care dan kualitas tidur guna mendukung pengendalian diabetes melitus secara optimal