Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Edukasi Tepid Water Sponge Terhadap Pengetahuan Ibu dalam Manajemen Demam Pada Balita Rahma Jumila; Yuni Raya; Anisya Fajar Rahmawati; Fitria Hari Wibawati; Salsalina Yuniarty Ginting; Aulia Syifa Ramadhani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23630

Abstract

ABSTRACT Fever is a condition caused by infection or an imbalance between heat production and heat loss. One of the non-pharmacological therapies is the Tepid Water Sponge compress, a warm compress method that combines wiping techniques with block compress techniques. According to WHO data, in 2020 the number of fever cases in children worldwide reached 17,000,000, with an incidence ranging from 16,000,000 to 33,000,000 and a mortality rate of 500,000–600,000 annually. The purpose of this study was to determine the effect of health education about tepid water sponge on mothers’ knowledge in managing fever. This research used a quantitative method with a pre-experimental design, specifically a one-group pretest and posttest design. Sampling was conducted using purposive sampling with inclusion and exclusion criteria, resulting in a total of 24 respondents. Data analysis involved normality testing and hypothesis testing. The Shapiro-Wilk test was used for normality, and the Wilcoxon Signed Rank Test was applied for hypothesis testing. The results showed a p-value of 0.001, which means p 0.005, thus Ha was accepted and Ho was rejected. It can be concluded that health education about Tepid Water Sponge has an effect on mothers’ knowledge in managing fever in toddlers.  Keywords: Health Education, Knowledge, Tepid Water Sponge, Fever Management.  ABSTRAK Demam merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena infeksi atau adanya ketidakseimbangan antara produksi panas dan pengeluarannya Salah satu Terapi non-farmakologi yaitu Kompres Tepid Water Sponge metode kompres hangat yang manggabungkan teknik seka dengan Teknik kompres blok.  Menurut WHO, berdasarkan data demam pada anak tahun  2020 jumlah kasus demam pada anak diseluruh dunia mencapai angka 17.000.000 dengan insidensi sebanyak 16.000.000 – 33.000.000 dan angka kematiaan 500.000 – 600.000 setiap tahunnya.tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang tepid water sponge terhadap pengetahuan ibu dalam manajeme demam. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desai pra eksperimen dengan rancangan one group pretest dan post test. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi responden penelitian dengan jumlah sampel 24 responden. Analisa data menggunakan normalitas dan Hipotesis. Teknik analisa menggunakan Uji Normalitas shapiro wilk dan Uji Hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test. Didapatkan p-value 0,001 yang artinya p-value 0,005 maka Ha diterima dan Ho di tolak. maka dapat disimpulakan adanya pengaruh edukasi kesehatan Tentang Tepid Water Sponge Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Manajemen Demam Pada Balita Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Tepid Water Sponge, Manajemen Demam.
Upaya Memperbaiki Pola Napas Pada Pasien Asma Melalui Buteyko Breathing Technique Julianto Laia; Rahma Jumila; Yufi Aliyupiudin; Chuchum Sumiarty; Ipa Haryanti; Muhammad Rizal Chaidir
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23547

Abstract

ABSTRACT Asthma is a problem that is close to the community because the number of people suffering from asthma is increasing. There are 300 million cases of asthma worldwide, and this number is predicted to increase to 400 million by 2030. Asthma can interfere with the fulfillment of needs and reduce the productivity of sufferers. This study aims to determine the efforts to improve breathing patterns in asthma patients through the Buteyko breathing technique. The method used in this study is a quasi-experiment with a nonequivalent control group design. The instruments used are observation sheets, oximeters, and stopwatches/timers. There are 30 respondents divided into 2 groups (15 intervention respondents and 15 control respondents) using purposive sampling. Data analysis used the paired t-test and independent t-test. The results showed that the Buteyko breathing technique was effective in improving breathing patterns in asthma patients.  Health workers are advised to introduce and train asthma patients in the Buteyko Breathing Technique as part of non-pharmacological therapy and asthma management education programs in health centers and hospitals. Asthma sufferers are encouraged to practice BBT regularly to obtain optimal benefits in improving breathing patterns and preventing recurrence. Keywords: Breathing Pattern, Buteyko, Asthma, Oxygen Saturation.  ABSTRAK Penyakit asma menjadi masalah yang dekat dengan masyarakat karena jumlah populasi yang menderita asma semakin bertambah. Kasus asma di seluruh dunia mencapai 300 juta jiwa dan diprediksi akan bertambah pada tahun 2030 menjadi 400 juta jiwa. Asma dapat mengakibatkan terganggunya pemenuhan kebutuhan dan menurunkan produktivitas penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya memperbaiki pola napas pada pasien asma melalui buteyko breathing technique. Metode yang digunakan dalam penelitian berupa quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, oksimeter, stopwatch/timer. Jumlah responden sebanyak 30 yang terbagi menjadi 2 kelompok (15 responden intervensi dan 15 responden kontrol) dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji sample paired t test dan uji independent t test. Hasil penelitian menunjukkan teknik pernapasan buteyko efektif digunakan untuk memperbaiki pola napas pada pasien asma.  Bagi tenaga kesehatan disarankan untuk memperkenalkan dan melatih pasien asma mengenai Buteyko Breathing Technique sebagai bagian dari terapi non farmakologis dan program edukasi manajemen asma di puskesmas maupun rumah sakit. Bagi penderita asma diharapkan dapat mempraktikkan BBT secara teratur untuk mendapatkan manfaat optimal dalam memperbaiki pola napas dan mencegah kekambuhan. Kata Kunci: Pola Napas, Buteyko, Asma, Saturasi Oksigen.