ABSTRACT Based on the results released by the National Health Survey (Riskesdas) in 2018, it was revealed that 25.8% of Indonesians aged at least 18 years were diagnosed with hypertension, and this proportion increased to 34.11% in 2018. Meanwhile, in West Java Province, the prevalence rate of hypertension in 2022 reached 39.6%, placing West Java as the province with the second highest prevalence in Indonesia). Bogor City has the highest number of hypertension patients in West Java, with the number of hypertension cases increasing from 56,411 in 2021 to 63,579 in 2022, and again increasing in 2023 to 82,165 cases, meaning that one in three (29.3%) residents of Bogor City has hypertension. Based on data from the Sindang Barang Community Health Center, Bogor City, as of July 2024, there are 941 hypertension patients. PurposeThe purpose of this study is to determine the management strategy of banana and watermelon smoothies as an alternative to lower blood pressure in hypertension patients. Method The research method used a pre-experimental design with a One Group Pre-test and Post-test approach. The sample consisted of 38 respondents suffering from hypertension. Results After a seven-day intervention and statistical analysis using Wilcoxon, the results showed that there was an effect of the management strategy of banana and watermelon smoothies as an alternative to lower blood pressure in hypertension patients, with a P-Value of 0.000 ≤ 0.05. Conclusion After 7 days of intervention with banana and watermelon smoothies, there was a significant decrease in high blood pressure among the respondents. Keywords: Banana Watermelon Smoothies, High Blood Pressure. ABSTRAK Berdasarkan hasil yang dikeluarkan oleh Survei Kesehatan Nasional (Riskesdas) pada tahun 2018, terungkap bahwa 25,8% dari warga Indonesia yang berusia minimal 18 tahun didiagnosis dengan hipertensi, dan proporsi ini meningkat menjadi 34,11% pada tahun 2018. Sementara itu, di wilayah Provinsi Jawa Barat, angka prevalensi hipertensi pada tahun 2022 mencapai 39,6%, menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan prevalensi tertinggi kedua di Indonesia. Kota Bogor memiliki jumlah penderita hipertensi tertinggi di Jawa Barat dengan jumlah kasus hipertensi meningkat dari 56.411 pada tahun 2021 menjadi 63.579 pada 2022 dan kembali meningkat pada tahun 2023 dengan 82.165 kasus yang artinya satu di antara tiga (29,3%) penduduk Kota Bogor memiliki hipertensi. Berdasarkan data Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor per Juli 2024, menyatakan penderita hipertensi sebanyak 941 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Pengelolaan Smoothies Dari Buah Pisang Dan Semangka Sebagai Alternatif Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Metode penelitian menggunakan pre-ekperimental dengan pendekatan One group pre-tes dan post-test design. Dengan sampel 38 responden yang menderita hipertensi Hasil penelitian setelah melakukan intervensi selama selama tujuh hari dan dilakukan uji statistic menggunakan wilxocon didapatkan hasil ada pengaruh Strategi Pengelolaan Smoothies Dari Buah Pisang Dan Semangka Sebagai Alternatif Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi dengan nilai P-Value 0.000 ≤ 0.05. Setelah diberikan intervensi smoothies buah pisang dan semangka selama 7 hari ada penurunan tekanan darah tinggi pada responden yang signifikan. Kata Kunci: Smoothies Pisang Semangka, Tekanan Darah Tinggi.