Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN PENGORGANISASIAN DAN RUANG LINGKUP DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Nurul Hikmah; Zakinah Zakinah; Suci Aprilla; Siti Umrah; Sri Muliani Abdullah; Nur Afdalya; Kamus Kamus
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11240

Abstract

Islamic education management plays an important role in improving the effectiveness of educational institution management. However, its implementation still faces problems such as weak organizing practices, unclear division of duties, limited coordination among institutional units, and the suboptimal integration of Islamic values into management practices. Previous studies have mostly discussed Islamic education management, organizing, organizational structure, and the scope of management separately, leaving limited attention to their relationship as an integrated conceptual framework. This article aims to explain the concept of Islamic education management, organizational management, organizational structure, and the scope of Islamic education management. This study uses library research with a qualitative descriptive approach by reviewing relevant books, scientific journals, and academic literature. The findings are presented as a conceptual synthesis, not as empirical field research results. This synthesis shows that the effectiveness of Islamic education management is determined by a clear division of duties, authority, and responsibilities; an organizational structure that fits the characteristics of institutions such as schools, madrasahs, and pesantren; and integrated management of curriculum, students, educators, finance, facilities and infrastructure, administration, public relations, supporting units, and extracurricular activities. Islamic values such as trustworthiness, justice, deliberation, responsibility, honesty, and transparency serve as important foundations for building effective governance in Islamic educational institutions and supporting student character formation. Therefore, organizing and managing the scope of Islamic education should be understood as a conceptual strategy to strengthen the quality of Islamic educational institutions. ABSTRAK Manajemen pendidikan Islam berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi masalah berupa lemahnya pengorganisasian, kurang jelasnya pembagian tugas, rendahnya koordinasi antarbagian, dan belum optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik manajemen. Kajian sebelumnya lebih banyak membahas manajemen pendidikan Islam, pengorganisasian, struktur organisasi, dan ruang lingkup manajemen secara terpisah, sehingga belum banyak menampilkan keterkaitan keempat aspek tersebut sebagai satu kerangka konseptual. Artikel ini bertujuan menjelaskan konsep manajemen pendidikan Islam, manajemen pengorganisasian, struktur organisasi, dan ruang lingkup manajemen pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui telaah buku, jurnal ilmiah, dan literatur akademik yang relevan. Hasil kajian ini merupakan sintesis konseptual, bukan hasil penelitian lapangan. Sintesis tersebut menunjukkan bahwa efektivitas manajemen pendidikan Islam ditentukan oleh kejelasan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab; kesesuaian struktur organisasi dengan karakter lembaga seperti sekolah, madrasah, dan pesantren; serta pengelolaan terpadu terhadap kurikulum, peserta didik, tenaga pendidik, keuangan, sarana prasarana, administrasi, hubungan masyarakat, unit penunjang, dan kegiatan ekstrakurikuler. Nilai Islam seperti amanah, keadilan, musyawarah, tanggung jawab, kejujuran, dan transparansi menjadi dasar penting dalam membangun tata kelola lembaga pendidikan Islam yang efektif dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, pengorganisasian dan ruang lingkup manajemen pendidikan Islam perlu dipahami sebagai strategi konseptual untuk memperkuat mutu lembaga pendidikan Islam.
TINJAUN KRITIS MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM: PROBLEM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KLASIK, KONTEMPORER, PROBLEM MANAJEMEN ORGANISASI PENDIDIKAN ISLAM Rahmawati Rahmawati; Aspiani Hambali; Alfian Aco; Mifta Huljannah; Siti Anisa BM; Muh Al Qahfi; Kamus Kamus
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11253

Abstract

This article is motivated by the discrepancy between the ideal concept and the actual practice of Islamic education management in educational institutions, both in classical and contemporary contexts. Previous studies have generally discussed Islamic education management separately from historical, philosophical, institutional, or practical perspectives; therefore, few studies have integrated classical problems, contemporary problems, and organizational problems of Islamic education into a single critical analytical framework. This article aims to examine the problems of classical Islamic education management, contemporary Islamic education management, and Islamic educational organizations. This study employed a qualitative approach using library research. The data were obtained from 12 relevant sources, consisting of 11 scientific journal articles and 1 academic book published between 2020 and 2026. The literature was analyzed using content analysis with a thematic-critical approach to identify patterns of problems, root causes, impacts, and directions for managerial solutions. The findings show that classical problems in Islamic education management are mainly related to centralized leadership, weak stakeholder management, and traditional learning methods. Contemporary problems include low professionalism among managers, limited institutional innovation, digitalization challenges, and the suboptimal integration of religious knowledge and modern science. Meanwhile, organizational problems in Islamic education are reflected in weak governance, institutional coordination, human resource competence, and strategic leadership. The conceptual contribution of this article is the proposal of an integrative framework suggesting that the reform of Islamic education management should connect historical dimensions, contemporary challenges, and organizational strengthening through participatory leadership, improvement of managerial competence, digitalization of management, and governance based on Islamic values. ABSTRAK Artikel ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidaksesuaian antara konsep ideal dan praktik manajemen pendidikan Islam dalam pengelolaan lembaga pendidikan, baik pada masa klasik maupun kontemporer. Kajian sebelumnya umumnya membahas manajemen pendidikan Islam secara terpisah, baik dari aspek historis, filosofis, kelembagaan, maupun praktis, sehingga belum banyak kajian yang mengintegrasikan problem klasik, problem kontemporer, dan problem organisasi pendidikan Islam dalam satu kerangka analisis kritis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji problem manajemen pendidikan Islam klasik, problem manajemen pendidikan Islam kontemporer, serta problem organisasi pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari 12 literatur yang relevan, terdiri atas 11 artikel jurnal ilmiah dan 1 buku akademik yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2026. Literatur dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan tematik-kritis untuk mengidentifikasi pola masalah, akar persoalan, dampak, dan arah solusi manajerial. Hasil kajian menunjukkan bahwa problem klasik manajemen pendidikan Islam terutama terletak pada kepemimpinan yang sentralistik, lemahnya pengelolaan stakeholder, dan metode pembelajaran yang masih tradisional. Problem kontemporer mencakup rendahnya profesionalitas pengelola, keterbatasan inovasi kelembagaan, tantangan digitalisasi, serta belum optimalnya integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern. Sementara itu, problem organisasi pendidikan Islam tampak pada lemahnya tata kelola, koordinasi kelembagaan, kompetensi sumber daya manusia, dan kepemimpinan strategis. Kontribusi konseptual artikel ini adalah menawarkan kerangka integratif bahwa pembaruan manajemen pendidikan Islam perlu menghubungkan dimensi historis, tantangan kontemporer, dan penguatan organisasi melalui kepemimpinan partisipatif, peningkatan kompetensi pengelola, digitalisasi manajemen, serta tata kelola berbasis nilai-nilai Islam.