Ni Kadek Vingki Aryanti
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELOLAAN PENDIDIKAN NON FORMAL BERBASIS PURA: STUDI KASUS PASRAMAN SATYA DHARMA BHAKTI Ogi Suphar Gandi; Luh Putu Winda Yogantari; Ni Kadek Vingki Aryanti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11262

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the important role of pasraman as a non-formal Hindu religious educational institution that complements and enhances religious learning through a more holistic approach, particularly in addressing the limitations of religious education within formal schooling. This study aims to analyze the role and management of pasraman in strengthening Hindu religious learning in an integrative manner. The research employed a qualitative approach with a descriptive design through observation, interviews, and documentation studies. The results show that pasraman functions not only as a complement to formal education, but also as an integrated and contextual learning system in developing students’ cognitive, affective, and psychomotor aspects. Learning activities in pasraman include tatwa, susila, and religious ceremonies integrated with activities based on sacred texts, traditional arts, ritual practices, yoga, and cultural arts. The success of the learning process is strongly influenced by management practices, including curriculum planning, activity organization, continuous implementation, and practice-based evaluation. Adaptive management enables a deeper internalization of religious values through direct experience and habituation. In addition, pasraman is able to bridge the limitations of religious education in formal schools by providing practical and repetitive learning experiences. The conclusion of this study emphasizes that pasraman is a religious educational ecosystem managed integratively by combining philosophical, ethical, practical, and cultural dimensions within a unified management system. Therefore, pasraman has strategic potential as an effective model of nonformal religious education in shaping religious character and cultural identity amid the dynamics of modern society. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada pentingnya pasraman sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang mampu memperkuat pembelajaran agama Hindu secara lebih holistik di tengah keterbatasan pendidikan agama pada sekolah formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan manajemen pengelolaan pasraman dalam memperkuat pembelajaran agama Hindu secara integratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasraman tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pendidikan formal, tetapi juga sebagai sistem pembelajaran yang terintegrasi dan kontekstual dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Pembelajaran di pasraman mencakup tatwa, susila, dan upacara yang dipadukan dengan kegiatan berbasis teks suci, seni tradisi, praktik ritual, yoga, dan seni budaya. Keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh manajemen pengelolaan yang meliputi perencanaan kurikulum, pengorganisasian kegiatan, pelaksanaan yang berkelanjutan, serta evaluasi berbasis praktik. Pengelolaan yang adaptif memungkinkan internalisasi nilai religius berlangsung secara lebih mendalam melalui pengalaman langsung dan pembiasaan. Selain itu, pasraman mampu menjembatani keterbatasan pendidikan agama di sekolah formal dengan menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berulang. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pasraman merupakan ekosistem pendidikan religius yang dikelola secara integratif dengan menggabungkan dimensi filosofis, etis, praktis, dan kultural dalam satu sistem manajemen terpadu sehingga memiliki potensi strategis sebagai model pendidikan keagamaan nonformal yang efektif dalam pembentukan karakter religius dan identitas kultural di tengah dinamika masyarakat modern
ANALISIS DEEP DAN SURFACE APPROACH SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN PIZZA Ni Kadek Vingki Aryanti; Ni Komang Listyawati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13714

Abstract

ABSTRACT Implementing the Deep Learning Approach in elementary mathematics education requires instructional strategies that not only improve learning outcomes but also foster meaningful ways of understanding mathematical concepts. Although Problem-Based Learning (PBL) has been widely investigated, evidence regarding its influence on students' learning approaches, particularly deep approach and surface approach, remains limited. This study aimed to examine changes in students' learning approaches after participating in fraction instruction using PBL supported by pizza media. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed, involving 31 fourth-grade students from SDN 11 Kesiman, Denpasar. Data were collected using the Revised Two-Factor Study Process Questionnaire (R-SPQ-2F) and analyzed through descriptive and inferential statistics. The findings revealed that PBL assisted by pizza media significantly enhanced students' deep approach (p < 0.001) with a very large effect size (Cohen's d = 1.56), whereas changes in the surface approach were not statistically significant. These findings indicate that PBL supported by pizza media is more effective in promoting students' conceptual understanding than in changing surface-oriented learning tendencies. Furthermore, the study demonstrates that changes in students' learning approaches can serve as an alternative indicator for evaluating the implementation of the Deep Learning Approach in elementary mathematics instruction. ABSTRAK Implementasi Pendekatan Deep Learning pada pembelajaran matematika sekolah dasar memerlukan strategi yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga membentuk cara siswa memahami konsep secara lebih bermakna. Meskipun Problem-Based Learning (PBL) telah banyak diteliti, bukti mengenai pengaruhnya terhadap learning approach siswa, khususnya deep approach dan surface approach, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perubahan pendekatan belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran materi pecahan menggunakan PBL berbantuan media pizza. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest–posttest yang melibatkan 31 siswa kelas IV SDN 11 Kesiman, Denpasar. Data dikumpulkan menggunakan Revised Two-Factor Study Process Questionnaire (R-SPQ-2F) dan dianalisis melalui statistik deskriptif serta inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantuan media pizza meningkatkan deep approach secara signifikan (p < 0,001) dengan effect size yang sangat besar (Cohen's d = 1,56), sedangkan perubahan pada surface approach tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL berbantuan media pizza lebih efektif dalam mendorong siswa membangun pemahaman konseptual dibandingkan sekadar mengubah kecenderungan belajar permukaan. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa perubahan learning approach dapat digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi implementasi Pendekatan Deep Learning pada pembelajaran matematika di sekolah dasar.