Intan, Muhammad Fadhlan Syuaib
Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BANYU BIRU: JEJAK SUNGAI LAMA DI LAHAN BASAH Intan, Muhammad Fadhlan Syuaib
Siddhayatra Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6322.601 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i1.59

Abstract

Air Sugihan merupakan daerah rawa pasang surut yang dalam arkeologi termasuk dalam kajian arkeologi lahan basah. Daerah ini adalah suatu wilayah permukiman sejak awal-awal masa sejarah hingga abad ke-11 Masehi. Lokasi penelitian difokuskan di wilayah Banyu Biru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Tulisan ini membahas kondisi lingkungan geologi, yang mencakup bentuk dan pola aliran serta posisi dan hubungan antara sungai lama dengan Sungai Air Sugihan. Tujuan pemetaan jejak sungai lama adalah mencari hubungan antara sungai-sungai lama dengan beberapa sungai yang masih mengalir. Rangkaian metode penelitian yang digunakan antara lain studi pustaka, survei lapangan, analisis peta, dan pemetaan jejak sungai lama. Wilayah penelitian termasuk dalam satuan morfologi dataran, dengan ketinggian 5-15 meter di atas permukaan air laut. Stadia sungai tergolong dewasa-tua, dengan pola pengeringan deranged, dan sungai periodis. Banyu Biru tersusun oleh satuan aluvial dan endapan rawa yang umumnya bersifat tufan, serta tidak mengalami gangguan struktur geologi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sungai lama terkoneksi dengan Sungai Air Sugihan.
GEOLOGI SITUS GUA BATU, DESA NAPAL LICIN, KECAMATAN ULU RAWAS, KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA, PROVINSI SUMATERA SELATAN Intan, Muhammad Fadhlan Syuaib
Siddhayatra Vol 21, No 2 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2194.669 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i2.24

Abstract

Gua Batu merupakan gua tebing dengan dengan ketinggian 189 meter diatas permukaan air laut. Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum dan tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi geologi yang meliputi aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sumber bahan alat litik. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei lapangan, dan interpretasi data lapangan. Situs Gua Batu dan sekitarnya terbagi atas empat satuan morfologi yaitu satuan morfologi dataran, satuan morfologi bergelombang lemah, satuan morfologi bergelombang kuat, satuan morfologi karst. Batuan penyusun adalah aluvial berumur Holosen, serpih berumur Miosen Awal, batulanau berumur Oligosen-Miosen Awal, dan batugamping berumur Jura–Kapur. Alat litik di Situs Gua Batu berbahan batuan chert, rijang, andesit, jasper, dan fosil kayu, bahan bakunya diperoleh dari Sungai Air Rawas. Alat litik lain yang ditemukan melimpah adalah jenis obsidian yang berlokasi di Bukit Hulu Simpang dan Bukit Legal Tinggi.