Afin Muhammad Nurtsani
Teknik Biomedis, Universitas Telkom Kampus Purwokerto, Banyumas, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gradient Boosting Teroptimasi untuk Klasifikasi Diabetes dengan Analisis Eksplanabilitas Menggunakan SHAP dan LIME Angga Kurniawan; Nisrina Hanifa Setiono; Afin Muhammad Nurtsani; Andi Hisyam Helmi Faalih Fakhruddin; Muhammad Naufal Farabbia; Nadia Syahda Fitriani
Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/busiti.v7i2.3413

Abstract

Penelitian ini mengusulkan kerangka klasifikasi diabetes yang mengintegrasikan tiga algoritma gradient boosting, yaitu XGBoost, LightGBM, dan CatBoost, yang dioptimasi secara otomatis menggunakan Optuna berbasis optimasi Bayesian dengan 50 percobaan dan cross validation 5-folds. Dataset yang digunakan adalah Pima Indians Diabetes Dataset dengan 768 sampel dan 8 fitur klinis. Preprocessing dilakukan menggunakan beberapa metode meliputi penggantian nilai nol sebagai nilai hilang, imputasi median dari data pelatihan, serta penambahan fitur indikator Insulin_missing. Ketidakseimbangan kelas ditangani melalui parameter scale_pos_weight yang dioptimasi bersama hiperparameter model dalam satu ruang pencarian. Evaluasi model menggunakan metrik AUC-ROC, akurasi, F1-score, recall, dan presisi dengan ambang batas klasifikasi 0,6. Analisis eksplanabilitas dilakukan menggunakan SHAP pada level global dan lokal serta LIME pada level instans untuk meningkatkan transparansi model. Hasil optimasi menunjukkan CatBoost mencapai AUC-ROC cross validation tertinggi sebesar 0.8471, diikuti LightGBM sebesar 0.8409 dan XGBoost sebesar 0.8406.  Pada data uji, XGBoost mencapai AUC-ROC 0,8246, akurasi 0,753, F1-Score 0,683, dan recall kelas diabetes 0,759, sedangkan CatBoost mencapai recall tertinggi 0,888 dengan F1-Score 0,690. Analisis SHAP secara konsisten mengidentifikasi Glucose, BMI, Age, dan DiabetesPedigreeFunction sebagai empat prediktor paling berpengaruh di ketiga model, selaras dengan pengetahuan klinis mengenai faktor risiko utama diabetes tipe 2.