This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perikanan
Tri Nabila Putri
Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, University of Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BACTERIAL COUNT COMPARISON IN THE HEPATOPANCREAS AND CULTURE MEDIA OF Litopenaeus vannamei AS HEALTH CONTROL Tri Nabila Putri; Damai Diniariwisan
Vol 16 No 2 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i2.2076

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas unggulan budidaya perikanan Indonesia yang memiliki produktivitas cukup tinggi dan pertumbuhan pesat. Namun, munculnya berbagai kendala pada budidaya udang vaname antara lain, kerusakan lingkungan, penurunan kualitas air, persaingan pemanfaatan lahan dan penyakit. Penyakit yang mudah timbul umumnya disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Pencegahan penyakit pada udang dapat dilakukan melalui pengontrolan kesehatan udang dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Total Plate Count (TPC) adalah metode diagnosis total bakteri yang cepat, sederhana, murah dan memberikan hasil yang akurat. Metode ini dilakukan dengan melakukan perhitungan jumlah bakteri hidup pada sempel air dan hepatopankreas udang. Praktik Kerja Lapang ini dilaksanakan selama 30 hari pada 10 Juni 2025 sampai 10 Juli 2025 di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lombok Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengontrolan kesehatan udang vaname (L. vannamei) pada stadia post larva dengan metode Total Plate Count (TPC). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan statistik. Hasil didapatkan pada penelitian ini adalah nilai pengecekan dengan hepatopankreas udang dan air sampel menunjukan kisaran bakteri yang tinggi namun masih dalam kisaran optimal. Tingginya kepadatan bakteri pada sampel air dan hepatopankreas udang dapat disebabkan oleh kualitas air yang tidak baik dan kualitas media tebar bakteri yang mulai memburuk yakni dengan semakin lama waktu inkubasi yang digunakan. sehingga, menyebabkan peningkatan bahan organik pada media.