Sabrina Aulia Firdaus
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Kediri, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Greenhouse Hidroponik IoT: Penguatan Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo Wujudkan Ketahanan Pangan Mendukung Asta Cita Isfauzi Hadi Nugroho; Mahendra Puji Permana Aji; Risa Helilintar; Beyonda Proudy Sujianto; Sabrina Aulia Firdaus
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i1.1053

Abstract

The main challenges faced by farmers, particularly in Indonesia, are low productivity due to conventional methods, limited digital literacy, and limited market access. Therefore, this community service program aimed to strengthen the capacity of the Modern Farmers Group in Karangrejo Village, Kandat District, Kediri Regency, through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based hydroponic greenhouse as an effort to achieve food security and support the implementation of Asta Cita. This research method used the Participatory Action Research (PAR) approach, actively involving 33 community participants over a four-month duration. The stages included socialization, comprehensive training, technology application, direct mentoring, and evaluation. The technical evaluation results were highly positive. The IoT system, enabling automatic control of temperature, humidity, pH, and precise watering, led to a 40% increase in hydroponic crop productivity and 30% efficiency in water use. Economically, this success resulted in a 40% increase in farmers' average monthly income and a 50% increase in sales volume within eight months. Furthermore, digital-based marketing through websites and social media successfully expanded the market reach and strengthened the “Hidroponik Karangrejo” brand identity. Socially, there was a 78% increase in farmers' digital literacy, the formation of stronger group solidarity, and the creation of new, sustainable job opportunities in the village. This integration of IoT technology has proven effective in enhancing productivity, economic independence, and the sustainability of digital-based agriculture in the region.  Keywords: community empowerment, digital agriculture, food security, hydroponics, internet of things.   Abstrak Permasalahan utama yang dihadapi petani khususnya di Indonesia adalah rendahnya produktivitas akibat metode konvensional, keterbatasan literasi digital, serta akses pasar yang sempit. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri melalui penerapan greenhouse hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi dengan keseluruhan durasi kegiatan selama 8 bulan dan diikuti 33 peserta. Hasil evaluasi aspek teknis, penerapan sistem IoT yang memungkinkan pengaturan otomatis terhadap suhu, kelembapan, pH, serta penyiraman tanaman secara presisi menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman hidroponik hingga 40% dan efisiensi penggunaan air mencapai 30%. Aspek ekonomi, keberhasilan teknis tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan rata-rata petani sebesar 40% per bulan dan volume penjualan naik 50% dalam delapan bulan. Pemasaran berbasis digital melalui situs web dan media sosial turut memperluas jangkauan pasar dan memperkuat identitas merek “Hidroponik Karangrejo”. Aspek sosial, terjadi peningkatan literasi digital petani sebesar 78%, terbentuknya solidaritas kelompok tani yang lebih kuat, serta lahirnya peluang kerja baru di desa yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi dan sosial melalui terbentuknya solidaritas kelompok tani dan lahirnya peluang kerja baru di desa. Dengan demikian, integrasi teknologi IoT dalam sistem pertanian hidroponik terbukti efektif meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan pertanian berbasis digital di pedesaan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pertanian digital, ketahanan pangan, hidroponik, internet of  things.