Pengelolaan kelas merupakan kemampuan guru dalam menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana belajar yang kondusif agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Pengelolaan kelas tidak hanya berfokus pada penanganan masalah yang muncul selama pembelajaran, tetapi juga menekankan upaya pencegahan melalui pendekatan preventif dan persuasif. Pendekatan preventif dilakukan dengan mengantisipasi berbagai potensi gangguan belajar sebelum terjadi, sedangkan pendekatan persuasif diterapkan melalui komunikasi, bimbingan, motivasi, dan keteladanan agar peserta didik mematuhi aturan secara sadar tanpa adanya paksaan. Penulisan ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel pendidikan yang berkaitan dengan pengelolaan kelas. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan kelas dipengaruhi oleh tiga aspek utama, yaitu kondisi fisik, kondisi sosio-emosional, dan kondisi organisasional. Kondisi fisik meliputi penataan lingkungan belajar, seperti kebersihan, pencahayaan, ventilasi, pengaturan tempat duduk, serta penyediaan sarana dan media pembelajaran yang mendukung kenyamanan belajar. Kondisi sosio-emosional menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik melalui sikap ramah, adil, empati, serta komunikasi yang positif. Sementara itu, kondisi organisasional berkaitan dengan pengaturan kegiatan rutin, tata tertib, dan pembagian tanggung jawab secara terstruktur untuk menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, serta kebiasaan positif peserta didik dalam proses pembelajaran.