Pembelajaran ekonomi di tingkat SMA masih menghadapi berbagai kendala yang ditandai oleh rendahnya pemahaman konsep, minimnya keterlibatan siswa, serta dominannya metode ceramah yang membuat materi terasa abstrak dan jauh dari realitas kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan adanya kesulitan belajar yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan belajar ekonomi siswa SMA serta mengembangkan dan menguji modul pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Project-Based Learning (PjBL) sebagai salah satu upaya mengatasinya. Penelitian Pendekatan menggunakan kualitatif deskriptif dengan desain Research and Development (R&D) yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, analisis dokumen, dan uji coba terbatas modul kepada siswa kelas X IPS, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar ekonomi dipengaruhi oleh minat belajar yang rendah, gaya belajar yang beragam namun kurang terfasilitasi, penggunaan metode ceramah yang dominan, keterbatasan media pembelajaran, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Uji coba modul CTL–PjBL menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa, pemahaman konsep yang lebih baik, serta kemampuan mengaitkan teori ekonomi dengan konteks nyata. Dengan demikian, modul berbasis CTL–PjBL dinilai efektif sebagai alternatif solusi untuk mengurangi kesulitan belajar ekonomi dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di SMA.