Miqdar Anom
Universitas Fajar Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Petugas Lapas dalam Pembinaan Perilaku Narapidana Hukuman Seumur Hidup pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar Miqdar Anom
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v9i1.22506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Petugas Lapas dalam Pembinaan Perilaku Narapidana. Penelitian ini dilaksanakan pada Lembaga Pemasyarakatan kelas I Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data utama diperoleh dari hasil wawancara serta observasi berperan aktif. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode induktif, yang bertujuan menilai fakta-fakta empiris dan mencocokkannya dengan landasan teori yang relevan. Pendekatan induktif dilakukan dengan cara menyampaikan serta menggambarkan fakta-fakta konkrit yang ditemukan selama penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, Strategi komunikasi yang diterapkan dilakukan secara terencana dan berkesinambungan melalui komunikasi antarpribadi yang persuasif, motivasional, serta menekankan nilai moral dan keagamaan. Proses pembinaan dimulai dengan tahapan asesmen dan pengenalan lingkungan (penaling) untuk membangun kepercayaan serta memahami kondisi, karakter, dan potensi masing-masing narapidana. Petugas menyampaikan pesan-pesan positif secara konsisten, mendorong empati, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual, sehingga narapidana mampu menerima arahan, mengubah pola pikir, meningkatkan partisipasi dalam program pembinaan, menumbuhkan rasa tanggung jawab agar tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum, serta mempersiapkan reintegrasi sosial secara bertahap. Bentuk komunikasi yang digunakan adalah komunikasi antarpribadi, di mana narapidana diperlakukan seperti keluarga atau sahabat, sehingga mereka dapat berbagi keluh kesah, menyampaikan permasalahan, dan merasa diperhatikan, menjadikan pembinaan lebih efektif