Rona Mika
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Islamic Storytelling Audiovisual Therapy on Anxiety Levels in Preschool-Aged Children at Inche Abdoel Moeis Regional General Hospital, Samarinda Rona Mika; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih; Fatma Zulaikha
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1055

Abstract

Background & Objective: Hospitalization frequently triggers anxiety in preschool children due to unfamiliar environments, separation from parents, and exposure to medical procedures that may be perceived as frightening. Anxiety can negatively affect children’s emotional responses, cooperation during care, and recovery process. Therefore, non-pharmacological nursing interventions that are safe and appropriate to the child’s developmental stage are needed. This study aims to analyze the effect of Islamic storytelling audio-visual therapy on anxiety levels in hospitalized preschool children. Method: This study employed a pre-experimental research design using a one group pretest-posttest approach. The population consisted of preschool children undergoing hospitalization at Inche Abdoel Moeis Regional General Hospital, Samarinda, with a total sample of 16 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using an anxiety assessment instrument before and after the intervention. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test due to non-normal data distribution. Result: The findings showed that the mean anxiety score decreased from 25.56 before the intervention to 21.68 after the intervention, with a significant value of 0.002. This shows a statistically significant reduction in anxiety levels following the intervention. Conclusion: Islamic storytelling audio-visual therapy has a significant effect in reducing anxiety levels among preschool children during hospitalization and can be considered an effective non-pharmacological nursing intervention.
EFEKTIVITAS SENAM HIPERTENSI DALAM MENJAGA TEKANAN DARAH PADA KOMUNITAS LANSIA Richa Cahya Setyawati; M. Bachtiar Safrudin; Naya Amalia; Dwi Widyastuti; Kartika Setia Purdani; Rona Mika; Putri Amanda Arra; Salsabila Noor Aisyah; Neti Nurjanah; Miftahul Arzaaq
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3108

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada lansia, dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Berbagai metode telah digunakan untuk mengendalikan tekanan darah, salah satunya melalui aktivitas fisik seperti senam hipertensi. Senam ini bertujuan meningkatkan elastisitas pembuluh darah, memperbaiki sirkulasi darah, serta mengurangi resistensi perifer yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Selain itu, senam hipertensi juga dapat meningkatkan kapasitas aerobik, mengurangi stres, serta membantu regulasi hormon yang berperan dalam keseimbangan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah jurnal, buku, dan dokumen akademik yang membahas efektivitas senam hipertensi dalam mengontrol tekanan darah pada lansia. Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin melakukan senam hipertensi selama 60 menit sekali seminggu selama 4 minggu mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan. Senam hipertensi terbukti sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mengontrol tekanan darah, terutama jika dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai serta didukung pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Senam hipertensi terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah jika dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai, serta didukung pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Senam ini dapat menjadi alternatif yang mudah diterapkan dalam pengelolaan hipertensi secara nonfarmakologis.