Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan dan Pembuatan Produk Minuman Bawang Dayak Tanaman Khas Kalimantan Untuk Penyakit Degeneratif Di SMA Negeri 12 Pontianak Ressi Susanti; Clara Ritawany Sinaga; Enggy erwansani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.35464

Abstract

Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, salah satunya adalah tanaman Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang dikenal memiliki potensi tinggi sebagai obat tradisional untuk membantu pencegahan dan penanganan penyakit degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung. Pemahaman generasi muda, khususnya siswa di SMAN 12 Kota Pontianak, terhadap tanaman ini masih sangat minim. Tujuan dari Kegiatan PKM iniuntuk memberikan edukasi mengenai khasiat Bawang Dayak sebagai tanaman obat khas daerah serta mendorong penggunaannya secara tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan edukatif, sesi diskusi, pelatihan pembuatan minuman herbal siap seduh, serta pengukuran pemahaman siswa dengan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 72,24, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 80,08. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 7,84 poin atau peningkatan sekitar 10,85% pengetahuan setelah peserta mengikuti kegiatan edukasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberikan kesimpulan bahwa kegiatan bukan hanya sekadar memberi informasi, tetapi untuk mencetak kader kesehatan muda yang melek akan potensi lokal. Capaian utama yang diharapkan adalah terwujudnya komunitas belajar di SMAN 12 Kota Pontianak yang menjadi pelopor (pioneer) dalam pemanfaatan Bawang Dayak. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memicu sebuah gerakan sadar kesehatan yang memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal Kalimantan Barat
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Pengobatan Pasien Stroke Dengan Riwayat Hipertensi Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak Ressi Susanti; Wenny Wenny; Nera Umillia Purwanti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.26028

Abstract

Pasien stroke seringkali menerima terapi polifarmasi karena sebagian besar pasien stroke mengalami komplikasi. Pemberian obat polifarmasi dapat berpotensi memunculkan masalah terkait obat atau Drug Related Problems (DRPs).   Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri profil pengobatan dan persentase kejadian DRPs terkait penggunaan obat stroke kategori dosis kurang, dosis lebih, dan interaksi obat pada pasien stroke dengan riwayat hipertensi di RS UNTAN. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional menggunakan data restrospektif dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data yang diperoleh dilakukan kajian DRPs dengan acuan literatur dihitung persentasenya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil pengobatan obat stroke yang paling banyak digunakan adalah citicoline sebanyak 55 pasien (82,1%), clopidogrel sebanyak 39 pasien (58,2%), aspirin sebanyak 21 pasien (31,3%), dan asam traneksamat sebanyak 6 pasien (8,96%). Kejadian DRPs pada pasien stroke kategori dosis terlalu rendah dan dosis terlalu tinggi sebanyak 0 pasien (0%). Kategori interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan didapatakan pada tingkat major dengan 0 potensi (0%), pada tingkat moderate memiliki 22 potensi (32,84%), dan pada tingkat minor sebanyak 3 potensi (4,48%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kejadian interaksi obat adalah DRPs yang paling banyak terjadi.