Praktik kurikulum pendidikan agama Kristen yang cenderung parsial. Banyak guru dan lembaga pendidikan Kristen masih menempatkan Alkitab hanya sebagai sumber materi ajar, bukan sebagai dasar metodologis dan pedagogis. Padahal, Alkitab tidak hanya berisikan doktrin, tetapi juga prinsip pendidikan yang dapat membentuk karakter Kristiani. Penelitian ini bertujuan menelaah kurikulum Pendidikan Agama Kristen dengan dasar prinsip pengajaran dalam 2 Timotius 3:16. Masalah yang dikaji adalah kurangnya penerapan fungsi Alkitab secara menyeluruh dalam kurikulum, sehingga pembelajaran cenderung berorientasi pada aspek kognitif semata, namun bisa aspek psikomotorik dan afektif bisa dipergunakan. Metode penelitian menggunakan studi literatur dan analisis teologis terhadap teks Alkitab serta dokumen kurikulum yang relevan. Hasil menunjukkan kurikulum pendidikan agama Kristen perlu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan menekankan pembentukan karakter Kristiani. Simpulan ini menekankan bahwa tujuan pendidikan agama Kristen adalah untuk membentuk para siswa menjadi pribadi yang serupa dengan Kristus melalui transformasi iman dan kehidupan mereka sesuai dengan kehendak Allah, bukan hanya menyampaikan informasi.The practice of Christian education curricula tends to be partial. Many teachers and Christian educational institutions still treat the Bible merely as a source of teaching material rather than as a methodological and pedagogical foundation. In reality, the Bible contains not only doctrine but also educational principles that can shape Christian character.The purpose of this research is to analyze the Christian Religious Education program through the lens of 2 Timothy 3:16. The problem that needs to be addressed is the narrow focus on cognitive elements of education caused by the incomplete integration of the Bible's functions into the curriculum. An examination of relevant educational materials and a theological examination of biblical texts constitute the study methodology However, the psychomotor and affective domains can also be utilized. Based on the findings, Christian religious education programs should prioritize character development by including cognitive, emotional, and psychomotor components into their curricula. More than just imparting knowledge, the ultimate aim of Christian religious education is to mold students into Christ-like persons by transforming their beliefs and lives in harmony with God's desire, as stressed in the conclusion.