Asmita Dahlan
STIKES Piala Sakti Pariaman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Disaster mitigation for pregnant women in natural disaster situations: a scoping reviewi Asmita Dahlan; Syaflindawati Syaflindawati
Riset Informasi Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v15i1.1152

Abstract

Background: The incidence of disasters has increased every year. However, disaster mitigation policies generally focus on the needs of the general population, while the needs and care of vulnerable groups such as pregnant women are often overlooked. The aim of this literature review is to provide an overview of disaster mitigation for pregnant women in various disaster situations occurring worldwide. Method:This study is a scoping review of journals by examining several types of literature reviews sourced from PubMed, Scopus, SpringerLink, and MDPI using the PRISMA-ScR approach. The literature search was conducted on articles published from 2015 to 2024 based on predetermined inclusion criteria to examine disaster mitigation efforts for pregnant women during natural disasters. A total of 10 articles were reviewed, Results: The findings of this scoping review indicate the need for a policy shift from a generalized disaster management approach toward one that is responsive to the specific needs of pregnant women. Disaster management policies should explicitly integrate maternal health services across all phases of disaster management, including preparedness, emergency response, and recovery. Policies must also ensure the continuity of antenatal care, childbirth services, nutrition, and mental health support for pregnant women, accompanied by strengthened health system preparedness through maternal-specific protocols, routine training, and adequate resource allocation. Conclusion: Pregnant women’s vulnerability emerges when health service systems, social protection mechanisms, and institutional preparedness fail to function simultaneously during emergency situations.
HUBUNGAN BEBAN CAREGIVER DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA LARASUCI ARINI; ASMITA DAHLAN; AGUSTI RAFIKA
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental kronis yang tidak hanya memengaruhi individu yang mengalaminya, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap keluarga, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun ekonomi. Keterlibatan keluarga sebagai caregiver dalam merawat pasien sering menimbulkan tekanan psikologis akibat tanggung jawab perawatan jangka panjang yang dapat memicu timbulnya kecemasan dan menurunkan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban caregiver dengan tingkat kecemasan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di Puskesmas Padusunan Kota Pariaman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh keluarga yang merawat pasien skizofrenia di wilayah tersebut, dengan total sampel sebanyak 59 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) untuk mengukur beban caregiver dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk menilai tingkat kecemasan keluarga. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki beban sedang (47,5%) dan mengalami kecemasan ringan (64,4%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara beban caregiver dan tingkat kecemasan keluarga. Dengan demikian, semakin tinggi beban perawatan yang dirasakan, semakin besar pula tingkat kecemasan keluarga. Caregiver dianjurkan untuk memperkuat dukungan sosial, membagi tanggung jawab perawatan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memperhatikan kondisi psikologis melalui konseling atau kelompok pendukung agar kecemasan dapat terkontrol dengan baik.