p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ar-Ruhul Ilmi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konseptual Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Radikalisme Remaja Muhammad Hilal Ikbar; Riky Supratama
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme di kalangan remaja menjadi perhatian yang semakin meningkat di Indonesia, terutama seiring dengan semakin kuatnya peran platform digital dalam membentuk pemahaman keagamaan generasi muda. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kerentanan remaja terhadap narasi ekstremisme berakar dari rendahnya literasi keagamaan, pola keberagamaan yang eksklusif, serta dominasi konten keagamaan daring yang cenderung menyederhanakan teks-teks agama secara berlebihan. Namun demikian, penelitian yang ada belum secara memadai membahas bagaimana kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat dirancang secara konseptual untuk memperkuat ketahanan ideologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan memberikan analisis konseptual yang komprehensif mengenai kurikulum PAI dalam mencegah radikalisme remaja dengan mengidentifikasi komponen utama dan landasan teorinya. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), kajian ini menelaah artikel jurnal bereputasi, buku-buku akademik, serta dokumen kebijakan yang diterbitkan dalam satu dekade terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum PAI yang efektif harus berlandaskan pada prinsip moderasi beragama, didukung oleh metode pembelajaran yang dialogis dan kontekstual, diintegrasikan dengan literasi digital, serta dilaksanakan oleh guru yang kompeten. Studi ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi keluarga dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama berbasis sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pencegahan radikalisme memerlukan desain kurikulum yang holistik, tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan agama, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, empati, dan kecakapan memilah konten keagamaan digital. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pengembang kurikulum dalam memperkuat PAI sebagai instrumen strategis deradikalisasi di lingkungan sekolah.
Model Pengembangan Penelitian Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Integrasi Nilai Islam dan Sains: Kajian Literatur Abdi Hariawan Akbar; Muhammad Hilal Ikbar
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 2 No. 01 (2026): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji model pengembangan kurikulum dan pembelajaran berbasis integrasi nilai Islam dan sains melalui pendekatan library research. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara wacana integrasi yang banyak dibahas dalam literatur pendidikan Islam dengan implementasinya yang masih terbatas, terutama karena sebagian besar penelitian sebelumnya bersifat konseptual dan tidak memberikan panduan kurikulum yang operasional. Melalui analisis kritis terhadap berbagai sumber primer dan sekunder, penelitian ini memetakan problem epistemologis, pedagogis, dan praktis dalam upaya menghubungkan konsep-konsep sains modern dengan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru dan pengembang kurikulum masih menghadapi kesulitan dalam menerapkan integrasi secara reflektif karena minimnya perangkat ajar integratif, keterbatasan kompetensi metodologis, serta belum adanya model pengembangan kurikulum yang sistematis. Penelitian ini kemudian menawarkan kerangka integrasi yang lebih komprehensif, mencakup pemetaan konsep sains yang memiliki irisan nilai spiritual, reinterpretasi nilai Islam melalui pendekatan tematik, serta desain pembelajaran yang memungkinkan dialog aktif antara temuan empiris dan prinsip tauhid. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Islam dan sains dapat menjadi strategi penting dalam membentuk peserta didik yang literat sains sekaligus berkarakter spiritual, selama didukung oleh model kurikulum yang operasional dan dukungan kelembagaan yang memadai. Temuan ini memberikan kontribusi bagi penguatan epistemologi pendidikan Islam sekaligus membuka ruang bagi penelitian lanjutan yang lebih aplikatif.