Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Penggunaan obat antidiabetes sintetis jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Umbi bit diketahui kaya senyawa bioaktif, seperti betalain, flavonoid, polifenol, dan nitrat, yang memiliki aktivitas antioksidan dan diduga berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas hipoglikemik IUB dan PUB pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan. Penelitian menggunakan true experimental design dengan rancangan post-test control group design. Hasil menunjukkan bahwa setelah induksi, kadar glukosa meningkat signifikan pada semua kelompok kecuali normal. Setelah perlakuan, glimepiride menurunkan kadar glukosa sebesar 79,77%, IUB sebesar 68,12%, dan PUB sebesar 65,67%, dengan perbedaan bermakna dibandingkan kontrol negatif (p<0,05). Mekanisme hipoglikemik umbi bit diduga terkait peran betalain dalam melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif, flavonoid dan polifenol dalam menghambat enzim α-amilase serta α-glukosidase, serta nitrat yang meningkatkan sensitivitas insulin melalui jalur oksida nitrat. Kesimpulannya, IUB dan PUB terbukti memiliki efek hipoglikemik signifikan pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan glimepiride. Umbi bit berpotensi dikembangkan sebagai agen fitoterapi tambahan dalam pengelolaan diabetes, meskipun diperlukan penelitian lanjutan pada manusia untuk memastikan dosis optimal, keamanan, serta mekanisme kerja molekuler yang lebih spesifik.