Hanum Salsabila
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Garut, Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE DDD (DEFINED DAILY DOSE) PADA PASIEN DEMAM TIFOID RAWAT INAP DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI GARUT Genialita Fadhilla; Asri Dewi Latiefah; Hanum Salsabila
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/nydveb67

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang baik. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella typhi dan memerlukan terapi antibiotik yang tepat untuk mencegah komplikasi serta resistensi bakteri. Evaluasi penggunaan antibiotik menjadi penting untuk memastikan efektivitas terapi dan menghindari penggunaan yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid rawat inap di salah satu Rumah Sakit Garut dengan metode Defined Daily Dose (DDD). Evaluasi ini mencakup analisis kuantitatif penggunaan antibiotik berdasarkan standar WHO guna menentukan tingkat rasionalitas terapi antibiotik yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap pada periode Januari hingga Desember 2024. Analisis dilakukan dengan metode ATC/DDD untuk mengukur jumlah penggunaan antibiotik per 100 patient-days. Hasil yang diperoleh akan dibandingkan dengan standar WHO untuk menilai kesesuaian penggunaan antibiotik. Hasil penelitian ini diperoleh dari 348 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan analisis nilai DDD/100 patient-days, antibiotik dengan angka tertinggi adalah cefixime sebesar 267,1528 dan terendah adalah cefoperazone dengan nilai 0,0694. Selain itu, antibiotik yang termasuk ke dalam segmen DU90% yaitu kelompok antibiotik yang mencakup 90% dari total penggunaan adalah cefixime (66,96%), ceftriaxone (20,91%), dan levofloxacin (5,62%).