Adit Andriyannto
Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FORMULASI ACNE PATCH ETIL p-METOKSISINAMAT SEBAGAI ANTI JERAWAT MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN DESIGN Salma Ruhaimatul Badari; Wahyu Priyo Legowo; Adang Firmansyah; Adit Andriyannto; Revika Rachmaniar
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/zsz7vd71

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang banyak dijumpai pada usia remaja hingga dewasa, dengan prevalensi 80–85% di Indonesia. Senyawa etil p-metoksisinamat (EPMS) yang diisolasi dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, bakteri utama pemicu jerawat, dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 1,2%. Untuk meningkatkan efektivitas serta kenyamanan penggunaan, dikembangkan sediaan topikal inovatif berupa acne patch. Penelitian ini bertujuan menentukan formula optimum acne patch EPMS menggunakan Box–Behnken Design dengan tiga faktor, yaitu konsentrasi HPMC (3–6%), PVP (1–2%), dan durasi pengadukan (15–30 menit). Parameter respon yang dievaluasi meliputi ketebalan patch, daya lipat, dan daya lekat. Pembuatan sediaan dilakukan dengan melarutkan polimer dalam pelarut, kemudian dikeringkan hingga membentuk lembaran. Hasil optimasi menunjukkan formula optimum paling sesuai terdiri atas HPMC 3,213%, PVP 1,022%, dan waktu pengadukan 17,535 menit, dengan nilai desirabilitas 1,000. Evaluasi fisik menunjukkan ketebalan 0,2 ± 0 mm, daya lekat 810,667 ± 20,133 detik, daya lipat 207,333 ± 2,517 kali, pH 5,68 ± 0,168, serta kelembapan 29,4 ± 2,623%. Aktivitas antibakteri yang dihasilkan mencapai zona hambat 6,6 ± 0,736 mm, lebih besar dibandingkan EPMS tunggal. Temuan ini menegaskan bahwa acne patch yang dikembangkan memiliki karakteristik fisik yang baik dan aktivitas antibakteri yang efektif untuk aplikasi topikal, meskipun penyesuaian terhadap kadar kelembapan masih diperlukan untuk meningkatkan stabilitas sediaan.