Bervariasinya penggunaan obat akan mengakibatkan adanya perbedaan dalam biaya dan luaran terapinya sehingga diperlukan analisis efektivitas biaya penggunaan terapi metformin dan obat bahan alam untuk mengetahui penggunaan penanganan dalam mengatasi diabetes mellitus yang paling cost- effective. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pilihan manakah yang lebih cost-effective antara metformin dan obat bahan alam pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan deskriptif, dimana data yang diambil merupakan data dengan menggunakan uji coba tikus putih. Sampel pada penelitian ini sebanyak 6 kelompok dengan menggunakan uji coba tikus putih dengan masing masing kelompok sebanyak 18 ekor yang terdiri dari 3 ekor tikus putih yang menggunakan metformin dan 3 ekor yang menggunakan obat bahan alam. Berdasarkan hasil perhitungan nilai ICER pada penggunaan obat bahan alam dengan hasil dibagi menjadi tiga yaitu, OHT dengan nilai -210,45 Rp%, Jamu dengan nilai -70,72 Rp/%, dan Diabetadex - 1.489,16 Rp/%. Pada data ACER didapatkan nilai pada OHT dengan nilai sebesar 84,32 dengan efektifitas 47,43% dan biaya sebesar Rp. 4.000, Jamu memiliki nilai ACER sebesar 243,04 dengan efektifitas 16,45% dan biaya Rp.4.000, dan Diabetadex menunjukan nilai ACER tertinggi sebesar 518,81, dengan efektifitas 47,15% dan biaya Rp.24.467. Metformin memiliki nilai ACER paling rendah yaitu 11,09 dengan efektifitas 63,11% dan biaya Rp. 700,- penggunaan obat metformin. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengobatan yang cost-effective adalah Metformin.