This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko dan Efektivitas Terapi Antidiabetes pada Lansia: Literature Review: Risk Factors and Effectiveness of Antidiabetic Therapy in the Elderly: Literature Review Atika Atika; Mally Ghiinan Sholih; Pratama Immanuel Parlinggoman Sagala; Kharisma Zohratul Aulia; Muhammad Awallugina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.11291

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya meningkat pada kelompok usia lanjut akibat perubahan fisiologis seperti penurunan sensitivitas insulin, disfungsi sel β pankreas, serta adanya komorbiditas yang memperburuk kontrol glikemik. Lansia dengan diabetes menghadapi tantangan yang kompleks dalam pemilihan terapi karena adanya penurunan fungsi organ dan risiko hipoglikemia yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko utama dan mengevaluasi efektivitas terapi antidiabetes pada lansia melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menelaah 30 artikel penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015–2025 dari Google Scholar, PubMed, dan Mendeley dengan kriteria populasi lansia (≥60 tahun) yang membahas faktor risiko serta terapi farmakologis dan nonfarmakologis diabetes melitus tipe 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor individu seperti usia, indeks massa tubuh, dan status gizi merupakan determinan utama kejadian diabetes pada lansia, diikuti oleh faktor medis seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular, serta faktor perilaku seperti aktivitas fisik yang rendah. Terapi biguanid, khususnya metformin, menjadi pilihan paling umum karena efektivitas dan keamanannya. Kombinasi metformin dan insulin basal menunjukkan efektivitas tertinggi dalam menurunkan kadar HbA1c dan memperbaiki kontrol glikemik dengan risiko hipoglikemia yang minimal. Kesimpulannya, terapi diabetes pada lansia perlu disesuaikan dengan kondisi klinis dan fungsi organ pasien untuk mencapai efektivitas optimal serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.