Zakiya Fajri Wahyudi
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kombinasi Aloe Vera Dan Edukasi Self-Care Kulit dalam Penurunan Pruritus pada Pasien Psoriasis: Studi Kasus Zakiya Fajri Wahyudi; Edi Purwanto
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.379

Abstract

Latar belakang: Psoriasis merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang sering disertai pruritus sehingga mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Aloe vera dan edukasi Self-care kulit dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi keluhan pruritus. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perubahan tingkat pruritus pada pasien psoriasis setelah pemberian Aloe vera dan edukasi self-care kulit selama tiga minggu. Metode: Penelitian studi kasus dengan pendekatan one-subject pre–post intervention pada seorang perempuan usia 43 tahun dengan psoriasis dan pruritus. Intervensi berupa aplikasi gel Aloe vera 3 kali sehari dan edukasi Self-care kulit selama 3 minggu. Evaluasi menggunakan Self-care Diary, NRS, 12-PSS, dan sPGA. Hasil: Setelah intervensi, skor pruritus NRS menurun dari 7 (gatal berat) menjadi 2 (gatal ringan). Skor 12-PSS menurun dari 24 (sedang) menjadi 13 (ringan). Skor sPGA juga menurun dari 4 (marked) menjadi 1 (almost clear), yang menunjukkan adanya perbaikan klinis pada lesi kulit. Selain itu, terjadi peningkatan kualitas tidur, penurunan frekuensi garukan, serta meningkatnya kepatuhan pasien dalam melakukan self-care kulit. Kesimpulan: Kombinasi pemberian Aloe vera dan edukasi self-care kulit menunjukkan penurunan skor pruritus dan perbaikan kondisi klinis pasien psoriasis dalam waktu relatif singkat, sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam asuhan keperawatan.