Sunarso Sunarso
Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Awareness And Student Bullying Behavior In The Digital Age Susi Susi; Sunarso Sunarso; Suharno Suharno; Suwandi Suwandi; Sri Rahayu Pudjiastuti
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 10 No. 02. (2026): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v10i02..203

Abstract

Bullying among students has become an increasingly complex educational problem in the digital age, as aggressive behavior is no longer limited to direct physical or verbal interaction but also occurs through online platforms. This study aims to examine the influence of legal awareness and the social/digital environment on students’ bullying behavior. A quantitative approach with a survey design was employed. The participants consisted of 30 senior high school and vocational high school students in Pamulang District, selected through random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring three variables: legal awareness, social/digital environment, and bullying behavior. The data were analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS Statistics. The findings reveal that legal awareness has a significant effect on students’ bullying behavior, with a regression coefficient of 0.754 and a significance value of 0.000. In contrast, the social/digital environment does not have a significant partial effect, with a significance value of 0.434. Simultaneously, legal awareness and the social/digital environment significantly influence bullying behavior, as indicated by an F-value of 613.115 and a significance value of 0.000. The coefficient of determination shows an R Square value of 0.978, meaning that 97.8% of the variance in bullying behavior can be explained by the two independent variables. These findings imply that strengthening students’ legal awareness through civic education, legal literacy, digital ethics, and character education is essential for preventing bullying in schools. The study contributes to the development of school-based anti-bullying strategies by emphasizing the internalization of legal values, social responsibility, and ethical digital citizenship among students.
Konstruksi Etika Politik Pancasila: Nilai Ketuhanan sebagai Kontrol Transenden terhadap Praktik Politik di Indonesia Roul Alvaro Prasetyo; Sunarso Sunarso; Wuri Handayani; Ariani Songli
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 4 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i4.8603

Abstract

Maraknya praktik korupsi struktural dan perumusan kebijakan yang bersifat elitis di Indonesia mencerminkan adanya krisis orientasi moral dalam penyelenggaraan kekuasaan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelaborasi landasan konseptual nilai Ketuhanan sebagai basis etika politik Pancasila dalam mengendalikan penyimpangan praktik perpolitikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara etika dan agama mampu membentuk moralitas kekuasaan yang kokoh melalui penggabungan kerangka rasionalitas dan nilai spiritualitas transenden. Nilai Ketuhanan dalam Sila Pertama Pancasila bertransformasi menjadi instrumen kontrol transenden yang mewajibkan akuntabilitas ganda bagi aktor politik, yakni pertanggungjawaban horizontal kepada rakyat dan vertikal kepada Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi etika politik berbasis Ketuhanan sangat fundamental untuk memitigasi patologi politik melalui internalisasi moralitas yang inklusif, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan mampu melindungi martabat seluruh lapisan masyarakat.