Dalam sistem komputasi modern, optimasi penggunaan sumber daya seperti Central Processing Unit (CPU) dan memori manjadi faktor penting dalam mendukung performa aplikasi. Efisiensi operasional sistem informasi sangat bergantung pada kinerja infrastruktur teknologi yang mendukungnya, terutama server database yang menjadi pusat penyimpanan dan pemrosesan data. Pemanfaatan CPU dan memori secara efisien sangat dibutuhkan dalam pengelolaan server database. Kedua komponen ini berperan langsung dalam kecepatan pemrosesan query dan pengelolaan transaksi data. Beban kerja yang tinggi tanpa dukungan kapasitas hardware yang memadai dapat menyebabkan peningkatan latency, bottleneck proses, bahkan kegagalan sistem. Dengan demikian perlu dilakukan utilisasi pada CPU dan memori sehingga server dapat menangani permintaan data secara stabil. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan performa sistem informasi adalah vertical scaling, yaitu penambahan sumber daya perangkat keras seperti CPU dan memori pada server yang ada. Vertical scaling menjadi pendekatan paling relevan dan efektif untuk meningkatkan kinerja server database, terutama dalam sistem dengan struktur monolitik dan membutuhkan pemrosesan intensif dalam satu node. Penelitian ini mengkaji dampak penerapan vertical scaling terhadap performa operasional sistem informasi berbasis database melalui studi kasus implementasi di perusahaan. Hasil observasi menunjukkan peningkatan performa I/O dan penurunan beban CPU secara signifikan, yang berdampak langsung pada kecepatan akses data dan stabilitas sistem. Pendekatan ini terbukti mendukung peningkatan efisiensi operasional tanpa harus mengubah arsitektur sistem secara keseluruhan.