Wiene Surya Putra
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pembinaan Spiritual Anak Sebagai Upaya Pengembangan Motivasi Keberagaman Siswa di MTS Arafah Kota Binjai Sumatera Utara Muhammad Aslam Fikri Lubis; Wiene Surya Putra
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam dan komprehensif mengenai konsep pembinaan spiritual anak serta implikasinya terhadap pengembangan motivasi keberagamaan siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Arafah, Kota Binjai, Sumatera Utara. Di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi era Society 5.0 yang membawa tantangan moralitas serta krisis eksistensial bagi remaja, institusi pendidikan Islam dituntut untuk merevitalisasi peranannya tidak hanya sebagai wahana transfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan sebagai pusat penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan yang intensif, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), siswa, dan orang tua, serta studi dokumentasi kurikulum dan profil madrasah. Kerangka teoretis yang digunakan meliputi teori perkembangan jiwa agama Zakiah Daradjat yang menekankan peran kesehatan mental dan keteladanan guru, serta teori dimensi keberagamaan Glock dan Stark yang dielaborasi dengan perspektif psikologi Islami Ancok dan Suroso untuk membedah struktur motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep pembinaan spiritual di MTs Arafah Binjai diimplementasikan melalui pendekatan holistik-integratif yang mencakup strategi pembiasaan ibadah (spiritual habituation), keteladanan guru sebagai kurikulum hidup (living curriculum), dan penciptaan lingkungan religius (religious milieu); (2) Profil motivasi keberagamaan siswa menunjukkan transformasi dinamis dari motivasi ekstrinsik menuju intrinsik, di mana siswa tidak hanya kuat pada dimensi ritualistik dan ideologis, tetapi juga mulai menginternalisasi dimensi eksperiensial dan konsekuensial yang tercermin dalam perilaku sosial dan kontrol diri terhadap penyimpangan; (3) Sinergi tri-pusat pendidikan sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi variabel determinan dalam keberhasilan pembinaan spiritual, dengan tantangan utama berupa inkonsistensi pola asuh di rumah dan paparan media digital yang masif.
Kontribusi Guru Akidah Akhlak Terhadap Pembentukan Sikap Toleransi dan Pluralisme Siswa di MAS Cahaya Ummi Langkat Ananda Indri Anisya; Wiene Surya Putra
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3381

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi guru Akidah Akhlak dalam membentuk sikap toleransi dan pluralisme pada siswa di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Cahaya Ummi, Langkat. Heterogenitas masyarakat Sumatera Utara menuntut internalisasi nilai moderasi sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian (akan di temukan setelah penelitian di laksanakan).