Ayu Herawati
Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi VERO dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Ayu Herawati; Setyawan Pujiono
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2413

Abstract

Keterampilan menulis teks laporan hasil observasi (LHO) pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menghadapi kendala, terutama dalam pengembangan ide faktual dan pengorganisasian struktur tulisan secara sistematis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi strategi VERO (Venn Diagram–Round Table) sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis teks LHO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian konseptual yang didasarkan pada analisis teoretis dan empiris dari berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik Round Table berperan dalam memfasilitasi pengembangan ide melalui aktivitas kolaboratif, sedangkan penggunaan diagram Venn membantu siswa mengorganisasi ide secara logis dan sistematis. Integrasi kedua strategi tersebut dalam VERO mampu mengatasi kesulitan siswa pada aspek isi dan struktur secara simultan serta mendorong kemampuan berpikir kritis melalui perpaduan dimensi sosial dan kognitif-visual. Selain itu, strategi ini juga meningkatkan keterlibatan aktif siswa melalui interaksi dan kerja sama kelompok. Meskipun demikian, strategi ini lebih efektif digunakan pada teks yang bersifat komparatif dan memerlukan pengelolaan waktu yang baik dalam implementasinya. Dengan demikian, strategi VERO tidak hanya berpotensi sebagai alternatif pembelajaran, tetapi juga membuka peluang untuk dikembangkan dan diuji lebih lanjut dalam konteks pembelajaran menulis berbasis teks yang lebih luas.
Strategi Kesantunan dalam Penolakan Siswa terhadap Guru di SMA Negeri 2 Wates: Kajian Sosiopragmatik Ayu Herawati; Tadkiroatun Musfiroh
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2436

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan dalam tindak tutur penolakan siswa terhadap guru di SMA Negeri 2 Wates melalui kajian sosiopragmatik. Urgensi penelitian ini didasarkan pada adanya asimetri relasi kuasa yang kental antara guru dan siswa di lingkungan sekolah yang berpotensi memicu konflik interpersonal saat terjadi penolakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan korpus data berupa 25 data tuturan penolakan autentik siswa yang diperoleh melalui teknik catat berdasarkan hasil observasi spontan di lingkungan sekolah. Data dianalisis secara tekstual dan kontekstual menggunakan klasifikasi strategi penolakan Al-Sallal serta teori kesantunan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penolakan tidak langsung sangat mendominasi interaksi komunikasi siswa dan guru dengan persentase sebesar 96% atau sebanyak 24 tuturan. Strategi tersebut direalisasikan melalui pemberian alasan, strategi kerendahhatian, penggunaan adjuncts, serta berbagai bentuk mitigasi pragmatik lainnya. Penelitian ini menemukan keunikan pada penggunaan penanda linguistik lokal bahasa Jawa seperti pripun nggih, nyuwun sewu, dan mboten usah yang berfungsi sebagai mitigator pragmatik yang krusial untuk memperhalus penolakan. Kontribusi kebaruan penelitian ini menegaskan bahwa strategi mitigasi pragmatik yang dipengaruhi nilai budaya Jawa seperti ewuh pakewuh, andhap asor, dan ngajeni digunakan siswa untuk mengurangi tindakan mengancam muka, menjaga keharmonisan hubungan interpersonal, serta mempertahankan rasa hormat kepada guru dalam komunikasi pendidikan sehari-hari.