Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Performansi Resin Penukar Ion Pada Sistem Mixed Bed Demineralisasi di Industri Farmasi Rinette Visca; Bagas Anggono
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8550

Abstract

Ketersediaan air murni sangat dibutuhkan dalam operasional perusahaan farmasi, mulai dari untuk membilas alat-alat yang digunakan dalam proses produksi, berfungsi sebagai pelarut dalam analisis laboratorium, sampai untuk kebutuhan utilitas di pabrik. Dalam industri farmasi, resin penukar ion berperan sebagai media dalam sistem pengolahan air untuk menghasilkan air murni yang digunakan dalam produksi obat Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi resin penukar ion selama proses demineralisasi air. Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur dan metode observasi lapangan. Pada proses pembuatan air demineralisasi, air baku dari suplai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dipompakan melewati tangki sand filter, saringan mekanik kemudian dilewatkan melalui kolom resin penukar kation, resin penukar anion, tangki mixed bed 1, 2, dan 3. Berdasarkan hasil penelitian efisiensi yang diperoleh untuk resin kation pada tangki mixed bed 1 dan 3 adalah 21% dan untuk resin anion adalah 38%. Efisiensi yang diperoleh untuk resin kation pada tangi mixed bed 2 adalah 29% dan untuk resin anion adalah 53%. Performansi resin kation jauh lebih rendah dibandingkan dengan resin anion. Faktor utama penyebabnya adalah degradasi kimia pada molekul resin penukar ion. Proses degradasi ini dapat terjadi karena dekomposisi gugus penukar ion akibat suhu tinggi atau oksidasi, kontaminasi matriks resin dari material asing yang teradsorpsi, atau kerusakan pada padatan resin.
Optimasi Belt Press dan Diffuser untuk Efisiensi IPLT Depok Rinette Visca; Apriyan Nurmaulana; Rendhy Prasetia Utama
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i2.7504

Abstract

Instalasi Penanganan Limbah Terpadu (IPLT) Kota Depok menghadapi tantangan dalam optimasi produksi pupuk organik dari lumpur tinja dan efisiensi pengolahan limbah output Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan parameter operasional sistem belt press untuk produksi pupuk dan mengevaluasi implementasi diffuser aerator dalam mempercepat pengolahan limbah akhir melalui integrasi sistem pemisahan padat-cair (belt press) dengan pengolahan biologis aerobik (diffuser). Metode eksperimental dilakukan dengan variasi kecepatan blower pump (1045, 2038, dan 3012 rpm) untuk menganalisis pengaruhnya terhadap debit lumpur dan produksi pupuk. Simulasi pemasangan diffuser dilakukan berdasarkan perhitungan kebutuhan oksigen dan kapasitas kolam biofilter. Hasil penelitian menunjukkan hubungan eksponensial antara kecepatan blower dan debit lumpur (R²=0,9979) serta antara debit lumpur dan berat pupuk (R²=0,9778). Kecepatan optimal diperoleh pada 2038 rpm dengan produksi 97,5 kg/jam atau 27 karung/hari, meningkat 50% dari kondisi awal. Kecepatan 3012 rpm secara teoritis dapat menghasilkan 175,5 kg/jam, namun terkendala kapasitas bak mixer yang menyebabkan penyumbatan. Simulasi menunjukkan instalasi 12-14 unit Dracon Soc Diffuser dengan debit input 0,21 m³/menit dapat mereduksi waktu retensi limbah dari 7 hari menjadi 1 hari dengan efisiensi difusi oksigen 8%. Volume total suplai udara mencapai 2657,29 m³/hari untuk kolam biofilter 112.500 m³. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk peningkatan kapasitas produksi pupuk organik dan akselerasi pengolahan limbah melalui optimasi parameter operasional dan penambahan sistem aerasi mekanik.