Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Pemahaman Gender dan Keadilan dalam Buku Ajar Akidah Akhlak Kelas IX: Analisis Wacana Kritis Shobichah Shobichah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i3.9840

Abstract

Buku ajar Pendidikan Agama Islam, khususnya Akidah Akhlak, diduga masih mereproduksi bias patriarkal yang menghambat internalisasi nilai kesetaraan pada peserta didik madrasah. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi wacana gender dan keadilan dalam buku ajar Akidah Akhlak Kelas IX terbitan Kementerian Agama RI jenjang yang belum pernah dikaji secara kritis menggunakan perspektif gender. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis (CDA) model Fairclough tiga dimensi: analisis teks (mikro), praktik diskursif (meso), dan praktik sosiokultural (makro). Pengumpulan data meliputi analisis dokumen sistematis terhadap 128 unit analisis dalam delapan bab buku teks, wawancara semi-terstruktur dengan dua penulis buku dan tiga guru, serta observasi non-partisipan di tiga madrasah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Hasil menunjukkan ketimpangan representasi gender yang sistematis: dari 124 figur, laki-laki mendominasi sebesar 70,2% dalam peran kepemimpinan publik dan otoritas keagamaan, sementara perempuan hanya 29,8% dan terkurung pada ranah domestik. Ditemukan pula aporia—kontradiksi internal antara ayat-ayat kesetaraan dan interpretasi qiwamah yang tidak didialogkan secara kritis dalam buku teks. Penelitian menyimpulkan bahwa buku ajar Akidah Akhlak mereproduksi ideologi patriarkal melalui mekanisme teks, diskursif, dan sosiokultural. Implikasi praktis mencakup revisi buku teks berbasis prinsip mubadalah, pelatihan pedagogi kritis bagi guru, serta kebijakan afirmatif pelibatan perempuan dalam penyusunan kurikulum.
Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Pembelajaran PAI: Sebuah Tinjauan Sistematis Terhadap Peluang Dan Tantangan Etis-Pedagogis Shobichah Shobichah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i4.9920

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang pesat telah memasuki ranah pendidikan agama Islam, namun literatur yang secara sistematis mengkaji implikasi etis-pedagogisnya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang sekaligus menganalisis tantangan etis-pedagogis dari integrasi AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta merumuskan sintesis konseptual untuk memandu integrasi yang berimbang. Menggunakan pendekatan systematic literature review dengan protokol PRISMA, penelitian ini menganalisis 24 artikel dari basis data Scopus, SINTA, DOAJ, dan Google Scholar periode 2020–2026. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga peluang utama: personalisasi pembelajaran adaptif, peningkatan aksesibilitas materi agama, serta umpan balik instan. Namun, ditemukan empat tantangan dominan yang mengancam fondasi pendidikan agama, yaitu erosi otoritas guru dan relasi pedagogis spiritual, reduksi nilai akhlak menjadi keterampilan tek semata, kerentanan privasi data dan bias algoritmik yang berpotensi menyebarkan pemahaman keagamaan sempit, serta kesenjangan akses digital yang memperlebar jurang pendidikan. Novelty penelitian ini terletak pada identifikasi bahwa tantangan integrasi AI dalam PAI bersifat paradigmatik bukan teknis semata serta pengungkapan bahwa personalisasi teknis AI belum diikuti oleh personalisasi spiritual, sehingga berisiko melahirkan religiusitas pragmatis yang dangkal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam PAI memerlukan kerangka techno-ethics berbasis Islam (Wasathiyyah) yang menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan pelestarian interaksi manusiawi. Implikasi praktisnya mencakup perlunya regulasi perlindungan data siswa, pelatihan literasi AI kritis bagi guru PAI, serta subsidi akses bagi madrasah di daerah tertinggal. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan studi longitudinal tentang perubahan orientasi religius siswa akibat paparan AI jangka panjang.