AR, HM Thamrin
Jurnal Ilmiah Widya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN KESELAMATAN MARITIM DAN UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KAPAL KE TITIK NOL (ZERO ACCIDENT) AR, HM Thamrin
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.995 KB)

Abstract

Abstrak:    Faktor-faktor yang sangat dominan untuk keselamatan pada kapal dan pencegahan kecelakaan kapal adalah: (1) sumber daya manusia, (2) konstruksi kapal itu sendiri serta (3) perawatan kapal yang rutinitas wajib dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Salah satu kondisi juga turut mempercepat kecelakaan kapal-kapal di Indonesia adalah para pemilik atau owner tersebut hampir semuanya membeli kapal bekas atau second hand, dimana risiko membeli kapal-kapal bekas tersebut akan menimbulkan hight coast atau biaya tinggi karena perawatan kapal bekas biayanya dapat mencapai 50 % dari harga kapal baru. Tujuan penulisan adalah: (1) Ingin mengetahui upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal laut, (2) Ingin mengetahui cara meningkatkan Sumber Daya Pelaut yang baik. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif eksploratif. Hasil penelitian adalah: (1) Perbaiki manajemen yang terkait dengan etos kerja para aparat yang bertugas, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti BMG, angkatan laut, polisi udara, bea cukai, dan pihak yang terkait lainya. Segera dilakukan registrasi ulang dan audit nasional terhadap kapal-kapal Indonesia yang masih beroperasi, pemberian kredit lunak terhadap pembelian kapal-kapal baru sehingga kapal-kapal tua yang sudah tidak laik melaut diganti dengan kapal-kapal yang lebih bagus dan dirancang sesuai perkembangan standardisasi internasional. Dengan adanya koordinasi ini, kegiatan monitoring dan kontrol akan menjadi lebih mudah sehingga kecelakaan dapat diantisipasi. (2). Pelatihan sumber daya pelaut anak buah kapal (ABK), perwira kapal (officer and crew), di laksanakan dengan sungguh-sungguh dan tanggungjawab serta mempunyai keterampilan dan keahlian dengan berdasarkan sertifikat yang mereka miliki baik Nahkoda, Perwira, dan anak buah kapal. Kata kunci: keselamatan, kecelakaan kapal dan zero accident. Abstract:    Factor of safety of the ship and the prevention of accidents aboard the factors that have a very dominant is human resources and construction of the ship itself as well as routine maintenance of the ship which shall be implemented in accordance with the procedures and regulations. One factor also accelerate the crash as ships Indonesia and the owner or the owner of the ship almost all of them bought second-hand vessels or second hand, the risk of buying the ships former will lead to high coast or high costs due to the treatment used ships can cost up to 50% of the price of new vessels. The purpose of this paper is: (1) How to prevent accidents of ships. (2) How to Improve Resource good sailor. The method used descriptive analysis It can be concluded that, (1) Fix the management associated with the work ethic of the officers on duty, coordinating with various parties such as BMG, navy, air police, customs, and parties other related. Immediate re-registration and the national audit against ships Indonesia, which is still in operation, the provision of soft loans for the purchase of new vessels so that the old ships that are not feasible to sail replaced by ships better and designed according to the development of international standardization. Given this coordination, monitoring and control will be easier so that accidents can be anticipated. (2). Training resources sailor crew (ABK), the ship's officers (officers and crew), implemented in earnest and responsibility and has skill and expertise on the basis of certificates that they have a good Master, officers and crew. Key words: safety, vessel accidents and zero accident.
KONTRADIKSI DALAM PRAKTEK PELATIHAN TERHADAP PENILAIAN KOMPETENSI AR, HM Thamrin
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.074 KB)

Abstract

ABSTRAK: Dalam menyoroti kontradiksi dalam system pendidikan dan pelatihan Maritim saat ini Maritime Education Trainee (MET) yang didasarkan pada kompetensi berbasis pendidikan, pelatihan dan penilaian, dan teori perlunya kegagalan untuk membuat pelatihan lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemungkinan permasalahan dalam praktek CBT (Computer Base Training) dalam domain Maritim yang mengarah ke efek suboptimal (tidak optimalnya) dari sistem pelatihan. Dengan metode deskriptif dengan sebuah studi kasus pendidikan dan pelatihan domain Maritim International. Sumber data termasuk dokumen sejarah, aturan dan peraturan tentang Maritime Education Trainee (MET) silabus, handout, contoh, pertanyaan, catatan lapangan, dan wawacara dengan para pelaut dan dosen yang berpengalaman pada perguruan tinggi maritim. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Studi menunjukan kontradiksi yang jelas dalam sistem dirancang untuk memperbaiki pendidikan dan pelatihan bagi pelaut, 2) tidak mengklaim bahwa kontradiksi-kontradiksi ini menyebabkan kompetensi yang rendah dan menyebabkan pelaut banyak terjadi kecelakaan laut yang disebabkan oleh kesalahan manusia atau individu yang paling kompeten, 3) cara mengatasinya apa yang diperlukan adalah membuat pendidikan dan pelatihan lebih relevan, meminta saran-saran dari pelaut yang berpartisipasi dalam kursus untuk memperbaiki sistem. Studi menunjukan kontradiksi yang jelas dalam sistem dirancang untuk memperbaiki pendidikan dan pelatihan bagi pelaut. Kata kunci: Samudra, laut, pelatihan berbasis kompetensi, keselamatan kelautan, kualifikasi ABSTRACT: In highlighting contradictions in the education and training system is currently Maritime Education Trainee (MET) based on competence-based education, training and assessment, and the theory of the need for the failure to make the training more useful. The purpose of this study to find out where, most likely trouble spots in the practice of CBT (Computer Base Training) in the maritime domain leads to sub-optimal effect (suboptimal) of the training system. With descriptive methods of design methodology approach a case study of the education and training of the International Maritime domain. Sources of data include historical documents, rules and regulations on Maritime Education Trainee (MET) syllabus, handouts, examples, questions, field notes, and interview with the sailors and experienced lecturers at maritime colleges. The conclusion of this study are: 1). The study shows a clear contradiction in the system designed to improve education and training for seafarers, 2) do not claim that these contradictions led to the low competency and caused many accidents sailor sea caused by human error or individuals most competence, 3) the fix what is needed is to make education and training more relevant, ask for suggestions from sailors who participated in the course of weeks to fix the system. Studies have shown a clear contradiction in a system designed to improve education and training for seafarers. Keywords: ocean, sea, competency-based training, maritime safety, qualifications