Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital Dalam Pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) Melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next-Generation (SIKS-NG) : Studi Literatur Nada Larissa Ramadhani; Siti Nuraeni; Gilang Firman Faira; Cantika Meta Sari Kinanti; Zulfa Al Dina
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9259

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tranformasi digital dalam pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) yang diintegrasikan melalui aplikasi sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next-Generation (SIKS-NG) yang merupakan implementasi e-government di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran aplikasi SIKS-NG dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi,akurasi dan transparansi pengeloaan data sosial ekonomi masyarakat serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam implementasi aplikasi tersebut di tingkat daerah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur dengan cara mengumpulkan dan menganalisis berbagai jurnal ilmiah,artikel dan buku yang remevan dengan tranformasi digital di Indonesia serta implementasi DT-SEN dalam aplikasi SIKS-NG. Analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode yang digunakan oleh Miles & Huberman yang meliputi 3 tahapan, seperti reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi aplikasi SIKS-NG memberikan kontribusi yang baik dalam pelayanan publik, terutama dalam penyaluran bantuan sosial, integrasi data serta mendukung pemerintah dalam melakukan penetapan kebijakan yang berbasis data. Selain itu, hadirnya aplikasi ini mendorong perubahan birokrasi dari tradisonal menuju ke tata kelola pemerintahan yang bersifat digital dan mendorong terciptanya birokrasi yang yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, dalam implementasinya aplikasi SIKS-NG masih memiliki beberapa tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi,akses jaringan yang terbatas,keterbatasan kompetensi sumber daya manusia serta ketidaksesuain data kependudukan dengan realita di lapangan.Oleh karena itu, perlu adanya pembangunan infrastruktur dan akses jaringan yang merata di seluruh wilayah di indonesia, peningkatan kompetensi manusia serta komitmen dari pemerintah untuk terus mengoptimalkan tranformasi digital dalam upaya meningkatkan nilai kesejahteraan sosial masyarakat.
Pengaruh Beban Kerja Organisasi Terhadap Quite Quite Quiiting Pada Fungsionaris Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara 2025/2026 Nanda Rafif Alfatin; Fitria Novita Sari; Gilang Firman Faira; Afida Nur Aini; Zulfa Syarifatussuroya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap quite quiiting pada fungsionaris Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMANISRA) periode 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 50 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan hasil penelitian dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS) melalui analsis statistik dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja organisasi berpengaruh signifikan terhadap quite quiiting.Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil uji t yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 4,386 yang lebih besar dari t tabel 1,676 serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Selain itu, nilai koefisien determinasi menunjukkan angka sebesar 0,286 atau 28,6% yang menandakan bahwa beban kerja berpengaruh terhadap variabel quite quiiting serta sisanya sebesar 71,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa beban kerja yang berlebih dapat menurunkan keterlibatan anggota dalam kegiatan organisasi. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan dan pembagian beban kerja secara efektif guna mencegah timbulnya perilaku quite quiiting.