Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Personalisasi Iklan Digital, Online Review Dan Customer Engagement Terhadap Brand Loyalty Produk Skintific Dengan Privacy Concern Sebagai Moderating Pada Pengguna Aplikasi Tiktok Shop Melanie Putria Dewita Sari; Arifah Hidayati; Veny Puspita
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Personalisasi Iklan Digital, Online Review, dan Customer Engagement terhadap Brand Loyalty produk Skintific, dengan Privacy Concern sebagai variabel moderasi pada pengguna aplikasi TikTok Shop di Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif (asosiatif kausal). Data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 190 responden yang merupakan pengguna aktif TikTok Shop di Kota Bengkulu dan pernah membeli produk Skintific. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,700, nilai AVE di atas 0,500, dan composite reliability di atas 0,900. Nilai R-Square sebesar 0,829 menunjukkan bahwa 82,9% variasi Brand Loyalty dapat dijelaskan oleh variabel dalam model. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Personalisasi Iklan Digital (T-statistics = 3,587; P-value = 0,000), Online Review (T-statistics = 3,556; P-value = 0,000), dan Customer Engagement (T-statistics = 2,066; P-value = 0,019) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Loyalty, serta ketiganya secara simultan berpengaruh signifikan (T-statistics = 2,009; P-value = 0,022). Sebaliknya, Privacy Concern terbukti tidak mampu memoderasi hubungan antara ketiga variabel independen terhadap Brand Loyalty, dengan nilai P-value moderasi masing-masing sebesar 0,334, 0,178, dan 0,282. Temuan ini mengindikasikan bahwa loyalitas merek pada platform TikTok Shop lebih dominan didorong oleh relevansi konten, validasi sosial ulasan, dan interaksi digital aktif dibandingkan kekhawatiran pengguna terhadap privasi.
Kontribusi Keaslian Produk, Kredibilitas Brand Dan Desain Visual Terhadap Minat Pembelian Produk Lokal Sepatu Ventela Yang Dimediasi Oleh Brand Image Liren Runa Wispa; M. Noor Armi; Veny Puspita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keaslian produk, kredibilitas brand, dan desain visual terhadap minat pembelian produk lokal sepatu Ventela, dengan brand image sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner yang disebarkan kepada 140 responden yang merupakan konsumen dan calon konsumen sepatu Ventela di Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keaslian produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian (β = 0,468; p = 0,000); (2) kredibilitas brand tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap minat pembelian (p = 0,854); (3) desain visual tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap minat pembelian (p = 0,102); (4) keaslian produk tidak berpengaruh signifikan terhadap brand image (p = 0,773); (5) kredibilitas brand berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image dengan pengaruh terbesar (β = 0,525; p = 0,000); (6) desain visual berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image (β = 0,415; p = 0,000); (7) brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian (β = 0,251; p = 0,031); (8) brand image tidak terbukti memediasi pengaruh keaslian produk terhadap minat pembelian (p = 0,765); (9) brand image terbukti memediasi secara penuh pengaruh kredibilitas brand terhadap minat pembelian (p = 0,049); dan (10) brand image terbukti memediasi secara penuh pengaruh desain visual terhadap minat pembelian (p = 0,036). Temuan ini menunjukkan bahwa brand image merupakan variabel strategis utama yang mengonversi kredibilitas brand dan desain visual menjadi minat pembelian konsumen sepatu Ventela.
Pengaruh Citra Merek, Ulasan Konsumen, Dan Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Skincare Wardah Yang Dimoderasi Oleh Kepercayaan Konsumen Ovallya Puspita; Veny Puspita; M. Noor Army
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.749

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh citra merek, ulasan konsumen, dan media sosial terhadap keputusan pembelian skincare Wardah, dengan kepercayaan konsumen sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional, melibatkan 165 responden konsumen Wardah yang berbelanja daring di Kota Bengkulu, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1-5 secara daring, kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4 dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian membuktikan citra merek berpengaruh positif dan signifikan (path coefficient 0,380; p=0,002), ulasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan (path coefficient 0,316; p=0,013), dan media sosial berpengaruh positif dan signifikan (path coefficient 0,250; p=0,036) terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, kepercayaan konsumen tidak terbukti berpengaruh langsung (p=0,549) dan tidak memoderasi hubungan ketiga variabel pemasaran digital tersebut. Model penelitian mampu menjelaskan 83,3% variasi keputusan pembelian (R²=0,833). Disimpulkan bahwa citra merek merupakan faktor paling dominan, diikuti ulasan konsumen dan media sosial, sedangkan kepercayaan konsumen tidak berperan sebagai moderasi karena pengaruhnya tercermin implisit melalui ketiga variabel pemasaran digital.