Hamdi Asrori
Pendidikan Sosiologi, Universitas Hamzanwadi, Selong, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konflik Pencemaran Lingkungan Tambak Udang PT Sinta Aqua Culture di Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur Hamdi Asrori
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i2.421

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika konflik yang terjadi antara warga Desa Menceh dan PT Sinta Aqua Culture di Kabupaten Lombok Timur serta mengidentifikasi dampak yang ditimbulkannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertentangan berkembang melalui tiga fase, yaitu pra-konflik, pertentangan, dan konflik terbuka. Pemicu utama berasal dari persepsi warga terhadap penurunan kualitas ekosistem yang memengaruhi sumber daya alam dan keberlanjutan mata pencaharian. Situasi tersebut mendorong lahirnya resistensi kolektif sebagai upaya mempertahankan hak-hak ekologis. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa perselisihan yang terjadi tidak hanya menimbulkan konsekuensi sosial, ekonomi, dan politik, tetapi juga meningkatkan kesadaran ekologis serta memperkuat solidaritas komunitas. Studi ini menegaskan bahwa persoalan ekologis di kawasan pesisir berkaitan erat dengan keadilan, partisipasi publik, dan tata kelola pembangunan yang berkelanjutan. This study examines the conflict dynamics between the residents of Menceh Village and PT Sinta Aqua Culture in East Lombok Regency and explores its consequences for affected stakeholders. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were gathered through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the dispute evolved through three phases: pre-conflict, confrontation, and open conflict. The primary trigger was the community’s perception of ecological degradation affecting natural resources and local livelihoods. These conditions stimulated collective resistance aimed at defending ecological rights and communal interests. The study further reveals that the dispute generated social, economic, and political consequences while simultaneously fostering ecological awareness and strengthening community solidarity. The findings suggest that coastal ecological issues extend beyond biophysical concerns and are closely associated with justice, public participation, and sustainable development governance.