Pakri Fahmi
Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Kasus Didesa Tungkal I Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan) Achmad Pramudya Tamsie; Pakri Fahmi; Fitriani Ariska
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengelolaan keuangan Desa Tungkal I Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Fokus penelitian meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban, serta pengawasan, termasuk faktor pendukung dan faktor penghambat yang memengaruhi efektivitas pengelolaan keuangan desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, dan masyarakat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan Desa Tungkal I secara umum telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perencanaan dilakukan melalui Musyawarah Desa dan Musrenbangdes, pelaksanaan kegiatan mengacu pada APBDes, penatausahaan menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), pelaporan dilakukan secara berkala, serta pengawasan melibatkan pemerintah desa, BPD, dan masyarakat. Namun demikian, masih ditemukan berbagai kendala berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kompleksitas regulasi, keterlambatan pencairan dana, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pengelolaan keuangan desa tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan administratif terhadap regulasi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, kapasitas aparatur, dan keterlibatan masyarakat dalam seluruh tahapan pengelolaan keuangan desa.