Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Fintech, Kontrol Diri Dan Gaya Hidup Terhadap Kebiasaan Berbelanja Mahasiswa Di Kota Bengkulu Nur Hidayat; Winny Lian Seventeen; Helmi Herawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9882

Abstract

Perkembangan financial technology (fintech) telah mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk mahasiswa, melalui kemudahan akses pembayaran digital yang semakin praktis dan efisien. Penggunaan fintech yang semakin intensif, disertai dengan faktor psikologis seperti self-control serta faktor sosial berupa gaya hidup, diduga memengaruhi kebiasaan berbelanja mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan fintech, self-control, dan lifestyle terhadap kebiasaan berbelanja mahasiswa di Kota Bengkulu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 105 mahasiswa pengguna layanan fintech di Kota Bengkulu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda melalui bantuan program IBM SPSS Statistics 24, yang meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fintech berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebiasaan berbelanja mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,000. Self-control juga berpengaruh signifikan terhadap kebiasaan berbelanja dengan nilai signifikansi 0,026, sedangkan lifestyle berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,001. Secara simultan, penggunaan fintech, self-control, dan lifestyle berpengaruh signifikan terhadap kebiasaan berbelanja mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,886 menunjukkan bahwa 88,6% variasi kebiasaan berbelanja mahasiswa dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor teknologi, faktor psikologis, dan faktor gaya hidup memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan berbelanja mahasiswa di Kota Bengkulu.