Janusi Waliamin
Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Employee Wellbeing Dan Kepuasan Digital Workplace Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Budaya Organisasi Sebagai Variabel Moderasi Pada Agung Toyota Bengkulu Aldo Andrean; Janusi Waliamin; Fauzan Fauzan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee wellbeing dan kepuasan digital workplace terhadap kinerja karyawan dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi pada Agung Toyota Bengkulu. Perkembangan industri otomotif yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Agung Toyota Bengkulu yang berjumlah 164 orang dan teknik total sampling diterapkan sehingga jumlah sampel penelitian adalah 164 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil uji outer model menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,70, nilai AVE di atas 0,50, serta nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability di atas 0,70, sehingga instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee wellbeing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien jalur sebesar 0,232 dan t-statistik sebesar 3,657 (p-value = 0,002). Budaya organisasi juga berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien jalur sebesar 0,333 dan t-statistik sebesar 3,138 (p-value = 0,000). Namun demikian, budaya organisasi tidak terbukti memoderasi secara signifikan pengaruh employee wellbeing terhadap kinerja (t-statistik = 0,029; p-value = 0,977) maupun pengaruh kepuasan digital workplace terhadap kinerja (t-statistik = 0,052; p-value = 0,959). Nilai R-squared sebesar 0,893 mengindikasikan daya prediksi model yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan karyawan dan penguatan budaya organisasi sebagai strategi peningkatan kinerja karyawan.