Kemampuan membaca merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai murid sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam memperoleh dan memahami berbagai informasi pada proses pembelajaran. Namun, kemampuan membaca murid tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas kegiatan literasi, tetapi juga oleh kesesuaian bahan bacaan dengan karakteristik sosial dan budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melalui penggunaan buku cerita bertema kearifan lokal Papua serta menganalisis kontribusinya terhadap keterampilan membaca kalimat sederhana murid kelas III SD Inpres Kobakma. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan murid kelas III SD Inpres Kobakma. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan GLS dilakukan melalui kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran, membaca nyaring, membaca bersama, membaca mandiri, dan menceritakan kembali isi bacaan dengan memanfaatkan buku cerita bertema kearifan lokal Papua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita berbasis kearifan lokal Papua mampu meningkatkan keterlibatan murid dalam kegiatan literasi, memudahkan pemahaman isi bacaan, memperkaya kosakata, meningkatkan kelancaran membaca kalimat sederhana, serta membantu murid menceritakan kembali isi bacaan dengan lebih baik. Selain itu, buku cerita tersebut juga berkontribusi dalam penguatan identitas budaya melalui pengenalan nilai-nilai budaya Papua yang terkandung dalam cerita. Dengan demikian, buku cerita bertema kearifan lokal Papua merupakan media literasi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal pada pendidikan dasar.