Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Simulfiks Nge- Dalam Bahasa Gaul Pada Media Sosial Tiktok Balqis Nur Asyifa; Aisyah Nur Faiza; Roro Ranum Basmaejiba
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, proses, dan fungsi penggunaan afiksasi ng- dalam bahasa gaul yang berkembang pada media sosial TikTok. Fenomena afiksasi ng- banyak ditemukan dalam komentar, caption, dan konten video TikTok, seperti pada bentuk ngopi, ngampus, ngira, ngekor, ngukur, ngeprint, dan ngekos. Penggunaan bentuk-bentuk tersebut menunjukkan adanya kreativitas linguistik pengguna media sosial dalam menyesuaikan bahasa dengan kebutuhan komunikasi digital yang cepat, santai, dan ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi dan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui teknik observasi nonpartisipan, simak, dan catat terhadap komentar pengguna TikTok yang mengandung afiksasi ng-. Data kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi ng- merupakan bentuk nonformal dari prefiks meng- yang mengalami pemendekan dengan penghilangan fonem me-. Selain itu, ditemukan alomorf nge- yang digunakan pada kata dasar tertentu, terutama kata serapan bahasa Inggris dan kata bersuku tunggal. Proses afiksasi tersebut menghasilkan perubahan derivasional yang mengubah kelas kata nomina menjadi verba serta mempertahankan makna gramatikal yang menunjukkan tindakan atau aktivitas. Secara sosiolinguistik, penggunaan afiksasi ng- berfungsi sebagai penanda identitas kelompok, kedekatan sosial, dan ekspresi kebahasaan generasi muda. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting dalam mendorong inovasi morfologis serta perkembangan bahasa Indonesia di era komunikasi digital yang semakin dinamis dan adaptif.