Rindu Alifa Khaila Balqis
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium Teknik Kimia Menggunakan Metode HIRADC Salafudin Salafudin; Nayla Ceny Nur Andina; Rindu Alifa Khaila Balqis; Riny Yolandha Parapat
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10122

Abstract

Laboratorium Teknik Kimia merupakan fasilitas pembelajaran yang memiliki berbagai potensi bahaya akibat penggunaan bahan kimia, peralatan laboratorium, sumber panas, dan aktivitas praktikum yang melibatkan mahasiswa. Potensi bahaya tersebut dapat menimbulkan kecelakaan kerja apabila tidak dikelola melalui sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian risiko pada Laboratorium Teknik Kimia menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas praktikum, kondisi fasilitas laboratorium, penggunaan alat dan bahan, serta dokumentasi penerapan K3. Hasil identifikasi menunjukkan adanya potensi bahaya yang berasal dari penggunaan alat gelas, proses pemanasan, paparan bahan kimia, penggunaan gas LPG, serta kondisi lingkungan kerja laboratorium. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa sebagian besar potensi bahaya berada pada kategori risiko rendah hingga sedang, dengan risiko sedang dominan ditemukan pada aktivitas pemanasan, penggunaan burner, dan kondisi lantai yang berpotensi menyebabkan terpeleset. Pengendalian risiko dilakukan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan standar operasional prosedur (SOP), penyediaan fasilitas keselamatan seperti APAR dan kotak P3K, serta peningkatan kesadaran pengguna laboratorium terhadap budaya keselamatan kerja. Penerapan metode HIRARC terbukti mampu memberikan pendekatan yang sistematis dalam pengelolaan risiko sehingga dapat mendukung peningkatan keselamatan kerja di lingkungan laboratorium pendidikan.