Saifullah Mamonto
Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA FAKTOR LINGKUNGAN DAN TRAUMA DALAM PEMBENTUKAN KELEKATAN ANAK USIA DINI: STUDI KEPUSTAKAAN PERSPEKTIF BOWLBY Saifullah Mamonto; Rahmat Olii
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Budaya Vol 5 No 1 (2025): Journal of Education and Culture (JEaC)
Publisher : LPPM UNiversitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/dh9rp467

Abstract

Perilaku kelekatan (attachment) pada anak usia dini merupakan fondasi krusial yang menentukan trajektori perkembangan psikologis individu sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tahapan perkembangan kronologis kelekatan berdasarkan perspektif John Bowlby, mengidentifikasi faktor-faktor inti yang memengaruhinya, serta menganalisis dampak jangka panjangnya terhadap aspek sosial, emosional, kognitif, dan hubungan interpersonal di masa dewasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (literature review) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data diperoleh dari basis data jurnal bereputasi seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2018 hingga 2024. Teknik analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kelekatan berlangsung secara kronologis, bertransformasi dari respons biologis non-selektif menjadi skema kognitif internal yang mapan berupa Internal Working Models (IWMs). Pembentukan pola kelekatan ini dipengaruhi oleh tiga faktor determinan utama, yaitu kualitas interaksi pengasuh yang responsif, stabilitas lingkungan keluarga, serta paparan trauma masa kecil. Lebih lanjut, analisis menemukan bahwa kualitas kelekatan usia dini memberikan implikasi mendalam yang menetap hingga masa dewasa, yang secara signifikan memengaruhi kematangan regulasi emosi, kapasitas fungsi kognitif eksekutif, dan pola membangun kepercayaan dalam hubungan interpersonal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi dini yang berfokus pada peningkatan sensitivitas pengasuh dan mitigasi trauma sangat krusial untuk membangun resiliensi anak lintas generasi.