Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GURU MENGINTERNALISASI NILAI KEJUJURAN DAN INTEGRITAS SISWA DI SLBN KAB. GORONTALO: Peran guru, nilai kejujuran, integritas siswa, SLBN Kabupaten Gorontalo. Moh Juanda Ef. Wadipalapa
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Budaya Vol 5 No 1 (2025): Journal of Education and Culture (JEaC)
Publisher : LPPM UNiversitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/zkaj1g41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru sebagai living model dalam menginternalisasikan nilai kejujuran dan integritas melalui mekanisme hidden curriculum pada siswa hambatan intelektual (tunagrahita) di SLBN Kabupaten Gorontalo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus deskriptif, penelitian ini menggali perspektif dan pengalaman empiris pendidik secara alamiah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur bersama informan kunci dan observasi partisipatif pasif untuk mengamati interaksi harian di kelas. Analisis data dilakukan secara induktif melalui transkripsi lisan, pengodean, reduksi, dan kategorisasi, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi konsep moral abstrak bagi siswa tunagrahita tidak dapat bersandar pada instruksi verbal, melainkan menuntut pemenuhan komitmen nyata yang konsisten dari guru sebagai living model guna membangun kepercayaan siswa. Mekanisme hidden curriculum terbukti efektif menjadi media transmisi nilai di mana pendekatan persuasif yang mengapresiasi kejujuran saat terjadi pelanggaran minor terbukti mampu merangsang perilaku moral organik siswa dalam iklim kelas yang aman. Kendati demikian, proses ini menghadapi tantangan kognitif siswa yang memerlukan pengulangan instruksi konstan serta tantangan institusional berupa kesenjangan kompetensi di antara 34 guru dalam mengelola 111 siswa yang beragam. Disimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter di Sekolah Luar Biasa sangat bergantung pada integritas kolektif dan konsistensi perilaku para pendidik dibandingkan dokumen kurikulum tertulis. Implikasi institusionalnya menuntut adanya program pelatihan berkelanjutan bagi guru mengenai metodologi pengajaran karakter anak berkebutuhan khusus demi menjaga efektivitas pembelajaran.